JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Indonesian Basketball League atau IBL mendorong seluruh klub peserta liga untuk memperkuat kerja sama dengan sekolah sebagai langkah membangun ekosistem bola basket yang lebih hidup dan berkelanjutan di daerah.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menilai keterlibatan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga bola basket sekaligus melahirkan bibit atlet potensial di masa depan.
“Dengan demikian, tentunya kita harapkan ke depan akan semakin banyak muncul bibit-bibit pebasket handal,” ujar Junas saat berada di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Junas, kolaborasi antara klub basket dan sekolah tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet usia muda, tetapi juga mampu meningkatkan animo masyarakat terhadap kompetisi basket nasional.
Ia menjelaskan, hubungan yang kuat antara klub dan lingkungan pendidikan dapat menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup karena melibatkan siswa, guru, komunitas sekolah, hingga keluarga para pelajar.
Dengan meningkatnya keterlibatan masyarakat, pertandingan basket tidak lagi sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga hiburan yang mampu menarik perhatian publik lebih luas.
Junas menilai langkah tersebut penting untuk membangun regenerasi pemain sekaligus memperluas basis pendukung klub basket di berbagai daerah.
Sebagai contoh, Junas menyoroti perkembangan Rajawali Medan yang dinilai berhasil membangun antusiasme masyarakat meski masih tergolong pendatang baru di kompetisi IBL.
Menurutnya, Rajawali Medan mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang meriah dan menarik banyak penonton setiap kali bermain di kandang mereka di GOR Unimed.
Junas menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi manajemen klub yang aktif merangkul sekolah-sekolah di Kota Medan dan sekitarnya.
Ia juga mengapresiasi cara Rajawali Medan mengemas pertandingan kandang menjadi hiburan yang melibatkan berbagai elemen, termasuk sponsor dan komunitas pendidikan.
“Bagi saya, bagaimana kita bisa tumbuh sama-sama dengan klub. Apakah penontonnya, prestasinya, maupun hiburannya,” kata Junas.
Menurutnya, konsep entertainment atau hiburan dalam pertandingan basket saat ini menjadi faktor penting untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih dekat dengan olahraga bola basket.
Junas menilai pertandingan basket modern harus mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi penonton, tidak hanya fokus pada pertandingan di lapangan.
“Saya melihat entertainment-nya sudah lebih hidup. Ada keterlibatan sekolah dan sponsor sebagai pengisi acara. Menurut saya ini prinsip yang harus sama-sama kita kembangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Junas menekankan pentingnya penyatuan visi antara klub, sponsor, pemerintah daerah, dan komunitas pendidikan dalam membangun ekosistem basket nasional.
Menurut dia, klub basket yang mampu membangun jaringan kuat dengan sekolah, sponsor, dan pemerintah daerah akan memiliki fondasi lebih kokoh untuk berkembang dalam jangka panjang.
Selain meningkatkan jumlah penonton, kolaborasi tersebut juga membuka peluang pembinaan atlet muda secara lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Junas mengungkapkan dirinya sempat menyaksikan langsung pertandingan Rajawali Medan melawan Satya Wacana Salatiga di GOR Unimed. Dalam pertandingan itu, ia melihat banyak anak-anak hadir untuk menyaksikan laga secara langsung.
Menurutnya, kehadiran generasi muda di arena pertandingan menjadi sinyal positif bagi perkembangan basket Indonesia ke depan.
“Kemarin saya menyaksikan Rajawali Medan melawan Satya Wacana Salatiga di GOR Unimed. Banyak anak-anak yang menyaksikan. Momentum ini harus bisa terus dipelihara,” katanya.
Junas menilai pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui latihan di klub atau sekolah basket, tetapi juga lewat pengalaman menyaksikan pertandingan profesional secara langsung.
Atmosfer pertandingan dinilai mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap basket sekaligus memotivasi mereka untuk menekuni olahraga tersebut.
Karena itu, IBL berharap klub-klub peserta liga semakin aktif membangun hubungan dengan sekolah dan komunitas lokal agar basket semakin populer di kalangan masyarakat.
“Generasional itulah yang akan kita terus pupuk. Sekali lagi, mari sama-sama kita terus satukan visi bagaimana basket ini semakin dicintai kalangan muda,” ujar Junas.
IBL sendiri terus berupaya meningkatkan popularitas kompetisi basket nasional melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan industri olahraga.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi, liga juga mendorong klub untuk membangun identitas kuat di daerah masing-masing agar mampu menciptakan basis pendukung yang loyal.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan basket Indonesia secara menyeluruh, baik dari sisi prestasi, industri olahraga, maupun regenerasi pemain muda di masa mendatang. (09/AGF).










