JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presenter sekaligus public figure Patricia Gouw membagikan pengalaman kurang menyenangkan yang baru saja dialaminya. Melalui media sosial, Patricia mengaku menjadi korban penipuan berkedok pembelian tiket pesawat secara online saat hendak bepergian dari Bali menuju Jakarta.
Perempuan yang akrab disapa Cipat itu awalnya berniat membeli tiket penerbangan malam melalui aplikasi online travel agent (OTA). Namun, ia mengalami kendala karena sistem pemesanan di aplikasi mengharuskan pembelian dilakukan beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Nah, intinya kalau mau beli di aplikasi OTA itu minimal 3 jam atau 4 jam sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Karena merasa kehabisan waktu, Patricia kemudian mencari alternatif lain melalui mesin pencarian Google. Dari sana, ia menemukan nomor kontak yang mengaku bisa membantu proses pemesanan tiket pesawat secara cepat.
Tanpa curiga, Patricia mengirimkan sejumlah data pribadi seperti KTP dan paspor anaknya untuk keperluan pemesanan. Setelah menerima invoice, ia langsung melakukan transfer uang sebesar kurang lebih Rp1,8 juta.
Namun setelah pembayaran dilakukan, Patricia mulai merasa ada yang janggal. Ia mengaku terus diminta melakukan pembayaran tambahan sebesar Rp2.500 dan diarahkan menggunakan layanan oleh pihak yang menghubunginya.
Kecurigaan Patricia semakin besar ketika admin tersebut terus meminta akses terkait proses pembayaran melalui layanan perbankan tersebut. Beruntung, ia memilih menghentikan proses sebelum kerugian yang dialaminya semakin besar.
“Kalau once kalian keluarin KlikBCA dan si token itu untuk mentransfer, itu bisa habis semua,” ungkapnya.
Usai menceritakan pengalamannya di Instagram, Patricia mengaku menerima banyak pesan dari warganet yang ternyata pernah mengalami modus penipuan serupa. Bahkan, beberapa korban disebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena sempat memberikan akses kepada pelaku.
Dari pengalaman tersebut, Patricia pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membagikan data pribadi kepada pihak yang belum jelas keamanannya, terutama foto identitas diri.
“Kalau kalian kirim KTP, kasih gambar apa kek di tengah-tengahnya,” pungkasnya.(04)










