JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Petenis muda Indonesia Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Gwen Emily Kurniawan sukses meraih gelar perdana level International Tennis Federation (ITF) pada ajang DETEC International Junior Championship 2026.
Keduanya tampil gemilang dengan menaklukkan lawan-lawan unggulan mancanegara pada partai final yang berlangsung di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi dua talenta muda tenis Indonesia yang tengah menapaki karier internasional.
Selain menambah koleksi prestasi, kemenangan di turnamen kategori ITF J30 Sukoharjo itu juga membuka peluang peningkatan peringkat dunia junior mereka.
Pada nomor tunggal putra, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong yang berusia 17 tahun berhasil mengalahkan unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brandon Duan, melalui pertandingan sengit tiga set dengan skor 6-4, 4-6, 6-3.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi Rafa karena sekaligus menjadi ajang balas dendam setelah dua tahun lalu kalah dari Brandon Duan pada final turnamen ATF Jakarta kategori 16 tahun.
Rafa mengaku sangat bersyukur akhirnya mampu menembus batas yang selama ini menghalanginya.
Sebelum menjadi juara di Sukoharjo, ia tercatat lima kali gagal melangkah lebih jauh setelah terhenti di babak semifinal berbagai turnamen.
“Saya sangat bersyukur bisa juara di Sukoharjo. Akhirnya setelah lima kali terhenti di semifinal, saya bisa juara di final pertama. Saya berterima kasih kepada pelatih saya Deddy Prasetyo, keluarga, khususnya kedua orang tua dan adik saya yang terus memberikan dukungan,” ujar Rafa.
Laga final berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam dan menguras energi kedua pemain.
Rafa sebenarnya tampil meyakinkan pada awal pertandingan dengan merebut set pertama 6-4.
Namun, situasi berubah pada set kedua. Saat unggul 4-1 dan berpeluang besar mengunci kemenangan lebih cepat, Rafa justru kehilangan momentum.
Ia gagal mempertahankan keunggulan dan harus menyerahkan lima gim beruntun kepada lawannya hingga kalah 4-6.
Menurut Rafa, salah satu titik balik pertandingan terjadi pada gim keenam set kedua. Meski sempat unggul 40-0, ia kesulitan menutup gim dan terus terjebak dalam deuce berkali-kali.
Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut sempat membebani pikirannya hingga memengaruhi permainan pada sisa set kedua.
Beruntung, Rafa mampu bangkit pada set penentuan. Ia kembali menemukan ritme permainan dan tampil lebih lepas.
Fokus yang berhasil dipulihkan menjadi kunci keberhasilannya mengamankan kemenangan 6-3 pada set ketiga sekaligus memastikan gelar juara.
Kesuksesan serupa juga diraih petenis muda Indonesia, Gwen Emily Kurniawan. Atlet berusia 15 tahun itu merebut gelar tunggal putri setelah menundukkan unggulan kedua asal Tiongkok, Xinran Yan, dalam pertandingan tiga set dengan skor 2-6, 6-2, 6-1.
Pada awal pertandingan, Gwen tampak kesulitan menghadapi permainan agresif lawannya.
Xinran Yan tampil cepat, lincah, dan berani menekan sejak awal sehingga membuat petenis Indonesia itu kehilangan set pertama.
Gwen mengakui bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan lawan yang sangat aktif menyerang dari berbagai sudut lapangan.
“Dia sangat gesit dan lincah. Pukulannya berani dan bolanya sering mengarah ke sudut-sudut lapangan dengan kecepatan tinggi. Saat saya memberikan bola pendek, dia langsung mengambil inisiatif menyerang. Sulit sekali di awal karena saya belum terbiasa,” kata Gwen.
Meski tertinggal satu set, siswi Life Community School Jakarta Barat tersebut tidak kehilangan kepercayaan diri.
Ia mulai melakukan penyesuaian strategi pada set kedua dengan bermain lebih agresif setelah sebelumnya cenderung pasif untuk mempelajari karakter permainan lawan.
Perubahan strategi itu terbukti efektif. Gwen berhasil merebut sejumlah poin penting dan memaksakan pertandingan berlanjut ke set ketiga.
Pada set penentuan, pertandingan berlangsung ketat dengan banyak gim yang harus ditentukan melalui skor 40-30 maupun deuce.
Namun, ketahanan fisik dan konsistensi permainan membuat Gwen perlahan mengambil alih kendali pertandingan hingga akhirnya menang meyakinkan 6-1.
“Di set ketiga, hampir setiap poin berlangsung ketat. Walaupun kalah di set kedua, dia masih bermain sangat ngotot. Jadi siapa yang mampu bertahan lebih lama dalam reli-reli panjang menjadi penentu kemenangan,” ujarnya.
Gelar juara ini sekaligus memperpanjang tren positif Gwen sepanjang musim 2026. Petenis yang mengidolakan Aryna Sabalenka tersebut tercatat memenangkan sekitar 86 persen pertandingan level J30 yang diikutinya sepanjang tahun ini.
Tambahan 30 poin dari kemenangan di Sukoharjo diperkirakan akan mendongkrak peringkat junior ITF miliknya ke kisaran posisi 720 dunia dari peringkat sebelumnya yang berada di angka 869.
“Aku sangat senang bisa meraih gelar juara. Rasanya benar-benar memuaskan karena kerja keras yang selama ini dilakukan akhirnya terbayarkan,” kata Gwen.
Sementara itu, Xinran Yan tetap membawa pulang gelar dari Sukoharjo setelah menjuarai nomor ganda putri bersama pasangan asal Hong Kong, Lena Lin.
Keduanya mengalahkan pasangan Indonesia Quirina Trea dan Kaylee Tandjung melalui pertandingan ketat dengan skor 7-6(1), 4-6, 10-8.
Di nomor ganda putra, gelar juara diraih pasangan Indonesia Komang Bagus Wahyu Purustama dan Rangga Wisnu Kresna Rafansyah.
Duet binaan Kentoeng Tennis Academy itu mengalahkan unggulan ketiga Joseph Owen Lauw dan Alfaradu Sumirat dengan skor identik 7-6(0), 7-6(0).
Usai menuntaskan rangkaian turnamen pekan pertama, DETEC International Junior Championship 2026 akan berlanjut ke pekan kedua dalam format resmi ITF J30 Sukoharjo.
Lebih dari 50 petenis mancanegara dijadwalkan mengikuti babak kualifikasi yang dimulai pada Minggu (31/5/2026) untuk memperebutkan poin dan prestasi di ajang tenis junior internasional tersebut. (09/AGF).







