Mathius Fakhiri Pimpin KONI Papua

Marciano Norman Resmi Lantik Mathius Derek Fakhiri Sebagai Ketum KONI Papua 2026-2030
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman resmi melantik Mathius Derek Fakhiri sebagai Ketua Umum KONI Papua masa bakti 2026-2030 di Jayapura. (Foto: koni/sp).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, resmi melantik Komjen Pol. (Purn.) Mathius Derek Fakhiri sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua masa bakti 2026-2030 dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Jayapura, Jumat (5/6/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru KONI Papua yang akan memimpin pembinaan dan pengembangan olahraga di Bumi Cenderawasih selama empat tahun ke depan.

Acara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Bersatu Berprestasi Membangun Papua untuk Olahraga Papua Maju dan Berjaya”.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi olahraga Papua mengingat kepemimpinan KONI Papua periode 2026-2030 langsung dinakhodai oleh Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri.

Kehadiran kepala daerah sebagai pimpinan organisasi olahraga tertinggi di tingkat provinsi diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan olahraga dalam mencetak atlet berprestasi.

Dalam sambutannya, Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada Mathius Derek Fakhiri yang bersedia memimpin langsung pembinaan olahraga Papua di tengah padatnya tanggung jawab sebagai gubernur.

Menurut Marciano, komitmen tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Papua dalam membangun prestasi olahraga sekaligus mengembalikan kejayaan daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung atlet nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian luar biasa yang diberikan Bapak Gubernur Papua dengan memimpin langsung pembinaan olahraga di Papua,” ujar Marciano.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum KONI Pusat juga menyampaikan harapannya agar Papua kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

BACA JUGA  NTB Siap Jadi Tuan Rumah Angkat Besi PON 2028

Ia berharap atlet Papua dapat tampil dan meraih prestasi pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, serta Olimpiade Los Angeles 2028 di Amerika Serikat.

Marciano menilai Papua memiliki sejarah panjang dalam melahirkan atlet berkelas dunia. Salah satu nama yang menjadi inspirasi adalah almarhumah Lisa Rumbewas, atlet angkat besi asal Papua yang berhasil menyumbangkan tiga medali Olimpiade untuk Indonesia.

Lisa Rumbewas pertama kali meraih medali perunggu pada Olimpiade Sydney 2000 di kelas 48 kilogram.

Prestasi tersebut kemudian berlanjut dengan medali perak pada Olimpiade Athena 2004 di kelas 53 kilogram dan medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.

“Sejarah mencatat Lisa Rumbewas mampu mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia. Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, Papua dapat kembali melahirkan atlet Indonesia berprestasi dunia,” kata Marciano.

Selain menyoroti potensi atlet Papua di tingkat internasional, Marciano juga melakukan evaluasi terhadap capaian Papua dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurutnya, Papua memiliki potensi besar untuk kembali bersaing di papan atas klasemen PON apabila pembinaan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa pada PON XX Tahun 2021 yang digelar di Papua, kontingen tuan rumah mampu menempati peringkat keempat nasional.

Namun, prestasi tersebut mengalami penurunan pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024, ketika Papua finis di posisi ke-13.

BACA JUGA  Kalah 0-4 Dari Thailand, Indonesia Tersingkir

Bahkan pada ajang PON Bela Diri Tahun 2025 di Kudus, Jawa Tengah, Papua hanya mampu menempati peringkat ke-23.

Meski demikian, Marciano menilai Papua tetap memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di level nasional.

Beberapa atlet bahkan berhasil memecahkan rekor nasional maupun rekor PON pada PON XXI/2024, di antaranya Natasya Beteyob, Ricko Saputra, dan Farel Armandio Tangkas.

Menghadapi PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, Marciano meminta KONI Papua segera menentukan cabang olahraga unggulan yang menjadi fokus pembinaan.

“PON XXII Tahun 2028 sudah ditentukan cabang olahraganya. Saya berharap Papua dapat menentukan cabang olahraga unggulan untuk meraih prestasi terbaik,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh insan olahraga Papua agar kembali mengulang kesuksesan yang pernah diraih saat menjadi tuan rumah PON XX.

“Papua pernah berada di peringkat keempat pada PON XX Tahun 2021. Kalau tahun 2021 bisa, mengapa tahun 2028 tidak bisa?” katanya.

Marciano menegaskan bahwa olahraga harus menjadi alat pemersatu bangsa. Menurutnya, setiap atlet yang bertanding membawa nama daerah sekaligus nama Indonesia.

“Bicara olahraga, kita hanya bicara Merah Putih. Olahraga adalah kehormatan daerah dan kehormatan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Mathius Derek Fakhiri menyatakan siap membawa Papua kembali menjadi salah satu kekuatan utama olahraga nasional.

BACA JUGA  PP Perbasi Minta Dukungan Langsung Masyarakat Untuk Timnas

Ia menegaskan bahwa Papua memiliki sejarah panjang dan terhormat dalam dunia olahraga Indonesia.

Mathius juga mengingatkan kembali semangat “Torang Bisa” yang menjadi slogan sukses penyelenggaraan PON XX Papua Tahun 2021.

Menurutnya, semangat tersebut harus terus hidup sebagai motivasi bagi atlet dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Papua siap kembali menjadi provinsi olahraga. Kita memiliki sumber daya manusia yang hebat, atlet berprestasi, dan pelatih yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Papua akan memperkuat pembinaan usia dini, memperluas program pencarian bakat atau talent scouting hingga ke seluruh wilayah Papua, serta memaksimalkan penerapan sport science dalam proses pembinaan atlet.

“Kita akan membangun pembinaan usia dini, melakukan talent scouting di seluruh Papua, dan memaksimalkan sport science. Talenta-talenta yang tersebar harus ditemukan, dibina, dan dipersiapkan agar mampu membanggakan Papua dan Indonesia,” kata Mathius.

Dengan kepengurusan baru dan dukungan penuh pemerintah daerah, KONI Papua optimistis dapat mengembalikan kejayaan olahraga Papua sekaligus melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (09/AGF).