PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunitas Belajar (Kombel) dengan fokus pada Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Aula Ki Hajar Dewantara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Meita Purnamasari Augustin, S.Pd., M.Pd. yang merupakan Widyaiswara dan PIC (Penanggung Jawab) Implementasi Kurikulum Merdeka di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur. Beliau aktif menjadi narasumber utama dalam berbagai program pengembangan kompetensi pendidik, termasuk strategi Pembelajaran Mendalam yang berfokus pada suasana belajar bermakna dan menggembirakan. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, pengawas sekolah, ketua dan sekretaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP se-Kota Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi pendidikan yang berpusat pada murid melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong murid tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, serta menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, proses belajar diharapkan menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak bagi perkembangan kompetensi maupun karakter murid.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan kurikulum semata, tetapi juga memerlukan perubahan cara pandang terhadap proses pembelajaran. Guru menjadi aktor utama yang berperan menciptakan pengalaman belajar yang mampu membangun kesadaran, keterlibatan, dan kemandirian murid dalam belajar.
Melalui fasilitasi Pembelajaran Mendalam, guru didorong untuk merancang pembelajaran yang menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi secara satu arah, melainkan memberikan ruang bagi murid untuk bertanya, mengeksplorasi, berdiskusi, berefleksi, dan menghasilkan karya yang relevan dengan kehidupan mereka.
Pada sesi sosialisasi juga ditegaskan bahwa guru saat ini tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai aktivator, kolaborator, dan penumbuh budaya pembelajar.
Sebagai fasilitator, guru menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya rasa ingin tahu murid. Sebagai aktivator, guru membangkitkan motivasi belajar serta mendorong murid aktif menemukan pengetahuan melalui berbagai pengalaman belajar yang menantang. Sebagai kolaborator, guru membangun kerja sama dengan murid, sesama guru, orang tua, dan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Sedangkan sebagai penumbuh budaya pembelajar, guru menjadi teladan dalam belajar sepanjang hayat serta membangun budaya refleksi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Komunitas Belajar sebagai ruang berbagi praktik baik, diskusi profesional, dan pengembangan kompetensi pendidik. Melalui komunitas belajar yang aktif, guru dapat saling menginspirasi dan berkolaborasi dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam di satuan pendidikan masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pendidik di Kota Pasuruan semakin siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berpihak kepada murid. Pembelajaran yang mendalam tidak hanya menghasilkan murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.(ACZ)


