JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026 dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta resmi bergulir di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, dengan diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang yang diselenggarakan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi persaingan di tingkat Asia.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme besar terhadap perkembangan cabang olahraga atletik di Tanah Air.
Selain atlet nasional, Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 juga menghadirkan peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara.
“Kalau untuk Indonesia U18 Open diikuti empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste,” kata Luhut usai membuka Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 di Stadion Atletik Rawamangun.
Menurut Luhut, Kejurnas Atletik tahun ini mempertandingkan kelompok usia U16, U18, dan U20, baik putra maupun putri.
Pembagian kategori tersebut dirancang untuk memastikan proses pembinaan atlet berlangsung secara berjenjang sehingga talenta muda dapat berkembang sesuai usia dan kemampuannya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan kejuaraan nasional bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan atlet jangka panjang yang sedang dijalankan PB PASI.
Luhut menjelaskan bahwa target utama pembinaan atletik Indonesia saat ini adalah meningkatkan daya saing di level Asia sebelum berbicara mengenai prestasi dunia.
“Jadi cerita Asia dulu ya, jangan ke level dunia,” ujarnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut dinilai lebih realistis karena prestasi internasional hanya dapat diraih melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.
Atlet harus dibentuk melalui kompetisi yang berkualitas, pengalaman bertanding yang memadai, serta dukungan program latihan yang terstruktur.
Untuk meningkatkan kualitas persaingan, PB PASI mulai membuka kesempatan lebih luas bagi atlet luar negeri melalui Indonesia U18 Open Championship.
Kehadiran peserta dari Malaysia, Filipina, dan Timor Leste diharapkan memberikan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif bagi atlet-atlet Indonesia.
Luhut mengatakan langkah tersebut merupakan awal dari upaya internasionalisasi kompetisi atletik nasional. Ke depan, PB PASI berkomitmen mengundang lebih banyak negara agar kualitas pertandingan terus meningkat.
“Semakin banyak atlet internasional yang berpartisipasi, semakin besar pula pengalaman yang diperoleh atlet Indonesia dalam menghadapi persaingan,” katanya.
Ia menilai pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang mulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan di daerah, hingga pemusatan latihan nasional yang berlangsung secara berkesinambungan.
Karena itu, PB PASI terus mendorong keberlangsungan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) agar atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing pada berbagai ajang internasional.
Menurut Luhut, keberhasilan atletik Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kesinambungan pembinaan, bukan hanya mengandalkan persiapan menjelang kejuaraan tertentu.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga atletik nasional. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi modal penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih kuat.
Luhut menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir telah menggagas program pembinaan multiyears yang sejalan dengan kebutuhan atletik Indonesia.
Program tersebut dinilai mampu memberikan kepastian bagi atlet maupun pelatih dalam menjalankan program latihan jangka panjang.
Dengan adanya dukungan tersebut, PB PASI optimistis pembinaan atlet usia muda dapat berjalan lebih maksimal sehingga Indonesia memiliki stok atlet berkualitas untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional pada masa mendatang.
Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurnas Atletik 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana pencarian bibit-bibit atlet potensial dari seluruh Indonesia.
Atlet yang menunjukkan performa terbaik berpeluang mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk dipersiapkan memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan regional maupun internasional.
Luhut berharap kejuaraan ini mampu menjadi pintu masuk lahirnya generasi baru atlet atletik nasional yang mampu mengharumkan nama Indonesia di masa depan.
“Kami berharap Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet muda potensial yang nantinya bisa menjadi andalan Indonesia,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kejurnas Atletik 2026 mempertandingkan berbagai nomor atletik yang menjadi andalan pembinaan nasional.
Beberapa di antaranya meliputi nomor lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lompat tinggi, lempar lembing, hingga tolak peluru.
Rangkaian pertandingan tersebut diharapkan mampu menghadirkan persaingan yang sehat sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan prestasi atlet dari berbagai daerah.
Melalui Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026, PB PASI berharap proses regenerasi atlet nasional semakin kuat sehingga Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk bersaing di level Asia dan secara bertahap meningkatkan prestasi menuju panggung dunia. (09/AGF).









