JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Selebgram Karin Novilda atau Awkarin memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait penyelidikan dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang melibatkan Hanania Group atau PT Khazanah Tamma Internasional, Senin (29/6/2026).
Dalam perkara tersebut, Awkarin diperiksa bukan sebagai tersangka, melainkan sebagai pihak yang pernah menjalin kerja sama promosi dengan Hanania Travel sebagai influencer.
Kuasa hukum Awkarin, Artahsasta, mengatakan kliennya telah memberikan keterangan kepada penyidik dan menjawab puluhan pertanyaan yang berkaitan dengan bentuk kerja sama tersebut.
“Hari ini klien kami, Ibu Karin Novilda, sudah memenuhi panggilan dan melakukan pemeriksaan terhadap laporan polisi yang menyangkut mengenai Hanania Group atau PT Khazanah Tamma Internasional,” ujar Artahsasta di dikutip Selasa (30/6/2026).
“Ada 33 pertanyaan dari penyidik seputar kerja sama dengan Awkarin,” tambah Artahsasta.
Ia menjelaskan, kerja sama antara Awkarin dan Hanania dilakukan dengan sistem barter. Pihak travel memberikan fasilitas perjalanan umrah, sedangkan Awkarin berkewajiban mempromosikan layanan tersebut melalui media sosial.
“Hubungan hukum itu murni natura atau imbalan jasa non-tunai, atau sederhananya barter. Hanania Group memberikan fasilitas umrah, lalu prestasinya Ibu Karin melakukan postingan daily story di Instagram,” jelas Artahsasta.
Selama menjalani kerja sama tersebut, Awkarin diketahui mengunggah 12 konten promosi yang terdiri atas sembilan foto dan tiga video mengenai perjalanan umrahnya bersama Hanania Travel.
Meski kerja sama berlangsung dengan sistem barter, Artahsasta mengungkapkan bahwa kliennya juga menerima uang saku saat menjalankan perjalanan umrah. Uang tersebut kini telah diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari proses penyidikan.
“Pada faktanya klien kami memang menerima uang saku. Dan pada kesempatan pemeriksaan hari ini, klien kami telah mengembalikan uang saku tersebut kepada penyidik untuk dilakukan penyitaan,” ungkapnya.
Namun, pihak kuasa hukum tidak bersedia mengungkapkan nominal uang saku yang diterima karena nilainya disebut berbeda-beda untuk setiap influencer yang bekerja sama.
Sementara itu, Awkarin memilih tidak menjelaskan materi pemeriksaannya kepada awak media. Ia menyebut seluruh informasi yang dibutuhkan telah disampaikan kepada penyidik.
“Tadi kita sudah jelaskan semuanya ke penyidik. Nanti mungkin detailnya bisa ditanyakan langsung ke penyidik ya. Terima kasih banyak semuanya,” kata Awkarin.
Dalam proses penyelidikan kasus Hanania Travel, penyidik Polda Metro Jaya juga telah meminta keterangan dari sejumlah figur publik lain yang pernah bekerja sama dengan pihak travel, di antaranya Keanu AGL, Thariq Halilintar, Paula Verhoeven, Anwar BAB, dan Praz Teguh.(04)










