Menteri PPPA: Rahmi Hatta Teladan Perempuan Indonesia

Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan peringatan seabad kelahiran Rahmi Hatta menjadi momentum untuk meneladani peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. (Foto: AGF/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta menjadi momentum penting untuk meneladani peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, sosok istri Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, menunjukkan bahwa perempuan mampu memberikan kontribusi besar bagi negara melalui keteladanan, integritas, dan pengabdian.

Hal tersebut disampaikan Arifah Fauzi saat menghadiri peringatan 100 tahun kelahiran Rahmi Hatta yang digelar di Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Arifah, perayaan seabad Rahmi Hatta bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh bangsa, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi penerus Indonesia.

Ia mengatakan, selama mendampingi Mohammad Hatta sebagai istri proklamator sekaligus wakil presiden pertama, Rahmi Hatta memperlihatkan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung perjalanan bangsa, meski tidak selalu berada di panggung politik maupun jabatan formal.

“Sebagai pendamping proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, beliau menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan bangsa bukan hanya melalui posisi formal, melainkan juga melalui keteladanan, kebijaksanaan, dan pengabdian yang tulus,” ujar Arifah.

Ia menilai Rahmi Hatta merupakan salah satu tokoh perempuan Indonesia yang berhasil menghadirkan teladan melalui kehidupan yang sederhana, penuh integritas, dan konsisten mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

BACA JUGA  IBM Asmi Gelar Webinar Perempuan Berani Berkarya dalam Politik

Menurut Arifah, sejarah Indonesia mencatat banyak perempuan yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui peran publik maupun melalui pengabdian di lingkungan keluarga dan masyarakat. Rahmi Hatta menjadi salah satu sosok yang dinilai berhasil menunjukkan bahwa kekuatan perempuan tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari pengaruh positif yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

“Peringatan satu abad ini bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa warisan terbesar Rahmi Hatta bukan hanya catatan sejarah sebagai pendamping proklamator, melainkan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini tetap relevan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Arifah, meliputi integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, karakter tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang maju dan berkeadilan.

Ia berharap perempuan Indonesia dapat terus menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai inspirasi dalam menjalankan berbagai peran, baik sebagai ibu, pendidik, pemimpin, profesional, maupun bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan.

BACA JUGA  Perpusnas: Seabad Rahmi Hatta Rawat Ingatan Bangsa

Arifah menambahkan bahwa semangat yang diwariskan Rahmi Hatta sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan yang inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Nilai-nilai tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berdaya saing melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, penguatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi atau peningkatan investasi. Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan juga ditentukan oleh kemampuan negara menghadirkan keadilan dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk perempuan dan anak.

Karena itu, perspektif gender harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor.

Ia mengatakan pemenuhan hak perempuan dan anak merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

BACA JUGA  UPT SMPN 4 Pasuruan Raih Juara I Lomba Sekolah Resik

“Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk perempuan dan anak. Oleh karena itu, perspektif gender dan pemenuhan hak anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan,” tegasnya.

Peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta juga menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan Indonesia telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa sejak masa kemerdekaan hingga saat ini. Keteladanan Rahmi Hatta dinilai tetap relevan sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.

Melalui momentum tersebut, Kementerian PPPA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan serta menciptakan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. (09/AGF).