JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Warriors Jakarta pada kategori U18 putri dan Aras Gading Muda Jakarta di sektor U18 putra sama-sama mengakhiri perjuangannya dengan manis pada Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026.
Kedua tim asal Jakarta itu sukses merebut peringkat ketiga setelah memenangkan laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Selasa (14/7/2026).
Warriors Jakarta memastikan finis di posisi ketiga kategori U18 putri usai menundukkan Sahabat BWX Banyuwangi dengan skor meyakinkan 53-38. Sementara Aras Gading Muda Jakarta mengikuti jejak tersebut dengan mengalahkan The Lion Surabaya 60-50 pada perebutan tempat ketiga kategori U18 putra.
Hasil tersebut menjadi penutup positif bagi kedua tim setelah gagal melaju ke partai final sehari sebelumnya.
Warriors Jakarta tampil dengan motivasi tinggi sejak awal pertandingan. Tim asuhan Ricky Dwi itu menunjukkan perubahan permainan yang signifikan dibanding laga semifinal.
Berbekal hasil evaluasi, Warriors bermain lebih disiplin dalam bertahan serta lebih sabar saat membangun serangan. Mereka mampu mengendalikan tempo permainan sejak kuarter pertama dan menjaga keunggulan tipis atas Sahabat BWX Banyuwangi.
Memasuki kuarter kedua, Warriors mulai menemukan ritme terbaiknya. Permainan kolektif yang diperagakan membuat mereka mampu memperlebar jarak angka sekaligus meredam upaya kebangkitan lawan.
Sahabat BWX Banyuwangi beberapa kali mencoba memangkas ketertinggalan melalui serangan cepat. Namun Warriors selalu mampu merespons dengan permainan efektif sehingga tetap menutup kuarter ketiga dalam posisi unggul 35-28.
Pada kuarter terakhir, Warriors tampil semakin percaya diri. Mereka mampu memanfaatkan setiap peluang menjadi poin dan memperketat pertahanan sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan terus bertambah hingga pertandingan ditutup dengan kemenangan telak 53-38.
Pemain Warriors, Ashyla Ramadhani, tampil sebagai bintang pertandingan setelah mencatatkan 22 poin dan enam rebound. Kontribusinya menjadi pembeda dalam menjaga dominasi Warriors sepanjang laga.
Di kubu Sahabat BWX Banyuwangi, Faustina Jocelyn menjadi pemain paling menonjol dengan torehan delapan poin dan sembilan rebound.
Pelatih Warriors Jakarta, Ricky Dwi, mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari evaluasi yang dilakukan tim setelah mengalami kekalahan di babak semifinal.
“Kami belajar dari kekalahan kemarin. Hari ini kami mencoba lebih teliti dalam rotasi pemain dan melihat di mana kekuatan tim yang bisa kami manfaatkan,” ujarnya.
Menurut Ricky, momentum kemenangan mulai terlihat ketika timnya mampu menciptakan selisih angka yang cukup aman pada kuarter keempat.
“Di kuarter keempat, ketika kami sudah unggul lebih dari tujuh poin, kami mulai mengontrol permainan. Anak-anak saya minta tidak terburu-buru dan memainkan bola dengan lebih sabar,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang mampu memperbaiki berbagai kekurangan sehingga berhasil menutup turnamen dengan kemenangan.
“Anak-anak bermain sangat kolektif. Mereka memahami kesalahan di pertandingan sebelumnya dan berhasil memperbaikinya di lapangan,” ucap Ricky.
Aras Gading Muda Amankan Posisi Ketiga

Pada kategori U18 putra, Aras Gading Muda Jakarta juga sukses mengakhiri kompetisi dengan hasil positif setelah mengalahkan The Lion Surabaya 60-50.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal karena kedua tim sama-sama tampil hati-hati setelah melewati jadwal pertandingan yang padat sepanjang turnamen.
Aras membuka keunggulan tipis 11-10 pada kuarter pertama dalam laga yang berlangsung dengan tempo cukup lambat.
Memasuki kuarter kedua, Aras mulai menemukan celah di pertahanan lawan. Rotasi pemain yang lebih efektif membuat intensitas permainan tetap terjaga sehingga mereka memperlebar keunggulan menjadi 26-21 saat turun minum.
Selepas jeda, permainan Aras semakin berkembang. Mereka tampil lebih tenang dalam mengalirkan bola dan mampu memanfaatkan kesalahan lawan untuk terus menambah angka.
Keunggulan bertambah menjadi 46-34 saat kuarter ketiga berakhir.
The Lion Surabaya berusaha bangkit pada kuarter terakhir melalui aksi Kenneth Aiden. Namun Aras tetap mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhirnya memastikan kemenangan 60-50.
Pemain Aras, Ryansean Sebastian, menjadi pemain terbaik dengan sumbangan 10 poin dan delapan rebound.
Sementara Kenneth Aiden kembali tampil impresif bagi The Lion Surabaya dengan mencetak 17 poin dan tujuh rebound, meski belum mampu membawa timnya membalikkan keadaan.
Pelatih Aras Gading Muda Jakarta, Antolyon Rifki, mengakui kondisi fisik menjadi tantangan utama dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
“Anak-anak sebenarnya sudah sama-sama lelah. Dengan kondisi yang ada, saya bersyukur mereka masih bisa bermain maksimal. Saya yakin lawan juga mengalami kelelahan yang sama,” ujarnya.
Menurut Rifki, pertandingan mulai berada dalam kendali timnya sejak kuarter kedua ketika rotasi pemain memberikan dampak positif terhadap permainan.
“Sejak kuarter kedua saya mulai merasa pertandingan bisa kami kontrol. Kami memiliki rotasi pemain yang lebih banyak sehingga tenaga pemain tetap terjaga,” katanya.
Meski puas dengan hasil tersebut, Rifki menilai timnya masih memiliki sejumlah aspek yang harus diperbaiki untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Masih banyak yang harus dievaluasi, tetapi saya bangga karena anak-anak mampu menjaga ketenangan, mengatur tempo permainan, dan bermain nyaman hingga pertandingan selesai,” tuturnya.
Dengan hasil tersebut, Warriors Jakarta resmi menutup Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 kategori U18 putri di peringkat ketiga, sedangkan Sahabat BWX Banyuwangi finis di posisi keempat.
Di kategori U18 putra, Aras Gading Muda Jakarta juga berhasil mengamankan posisi ketiga, sementara The Lion Surabaya harus puas berada di peringkat keempat setelah perjalanan impresif mereka terhenti pada laga perebutan tempat ketiga.
Keberhasilan kedua tim Jakarta tersebut menjadi bukti pentingnya pembinaan usia muda yang berkelanjutan.
Penampilan Warriors dan Aras sepanjang turnamen menunjukkan potensi besar pemain-pemain muda Indonesia yang diproyeksikan menjadi tulang punggung basket nasional pada masa mendatang. (09/AGF)










