JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara secara resmi menyatakan dukungannya terhadap gerakan pilah sampah, yang merupakan program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebagai langkah konkret, Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, staf, dan relawan untuk memulai aksi pilah sampah dari lingkungan rumah masing-masing.
Instruksi dukungan terhadap gerakan pilah sampah tersebut disampaikan Rijal dalam rapat pengurus yang digelar pada Kamis (16/7/2026). Ia menekankan bahwa perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dimulai dari langkah kecil yang konsisten di tingkat rumah tangga.
“Kegiatan pilah sampah penting untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat di Jakarta. Saat ini, volume sampah Jakarta yang dikirim ke Bantargebang berada di kisaran 7.400 hingga 8.000 ton per hari,” ujar Rijal dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Rijal menambahkan, angka yang sangat besar ini membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat Jakarta.
“Dengan volume sampah mencapai lebih dari 7.000 ton setiap harinya, jika tidak segera ditangani dengan pilah sampah dari sumbernya, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin kritis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rijal menginstruksikan tim terkait untuk segera menyusun anjuran pilah sampah dalam berbagai format, mulai dari spanduk dan flyer untuk penyebaran di wilayah komunitas, hingga konten media sosial berupa meme yang edukatif agar lebih relevan dan menarik bagi kalangan muda.
Langkah proaktif PMI Jakarta Utara ini diharapkan dapat menjadi contoh dan penggerak bagi masyarakat luas. Dengan memadukan pendekatan formal melalui spanduk dan flyer, serta pendekatan populer melalui meme, kampanye pilah sampah diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih efektif dan masif.
“Melalui gerakan ini, PMI Jakarta Utara berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, selaras dengan visi kemanusiaan serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup di tengah tantangan volume sampah Jakarta yang terus meningkat,” ujar Rijal.(PR/08)










