Ma’ruf Amin Serukan Arab Saudi dan Houthi Segera Berdamai

Avatar photo
Wapres ke-13 Kiai Ma'ruf Amin Serukan Arab Saudi dan Houthi Segera Berdamai
Wapres) ke-13 RI, KH. Ma'ruf Amin. (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI, Prof. Dr. (HC) Kiai Ma’ruf Amin, menyerukan agar Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman segera menghentikan konflik bersenjata yang terus memanas, terutama di kawasan strategis Selat Bab el-Mandeb. Seruan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi serangan yang turut mengganggu jalur pelayaran internasional.

Melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, di Jakarta, Rabu (29/7/2026), Kiai Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang terus berlanjut. Menurutnya, pertikaian di antara sesama bangsa dan negara Muslim tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan kawasan, bahkan dunia.

“Kiai Ma’ruf Amin sangat prihatin melihat kondisi ini. Beliau mengajak para pemimpin Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk segera menghentikan pertikaian. Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah sesuatu yang suci. Sudah saatnya senjata dihentikan dan dialog dikedepankan,” ujar Masduki.

BACA JUGA  Mulai Bergerak ke Arafah, PPIH Arab Saudi Siapkan Penyambutan Jamaah Haji

Sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari Indonesia, Kiai Ma’ruf Amin menawarkan konsep “Jembatan Dialog Empat Pilar” sebagai pendekatan moderasi (wasathiyah) untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Pilar pertama adalah gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin dengan menghentikan seluruh operasi militer kedua belah pihak, termasuk serangan di kawasan Bab el-Mandeb. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah memburuknya krisis kemanusiaan sekaligus menjaga keamanan jalur perdagangan internasional yang berpengaruh terhadap perekonomian global dan pasokan energi.

Pilar kedua ialah menghidupkan kembali dialog internal umat Islam (ukhuwah Islamiyah) melalui peran aktif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama para ulama dunia sebagai mediator yang netral. Menurut Kiai Ma’ruf Amin, penyelesaian konflik semestinya didasarkan pada semangat persaudaraan Islam, bukan dipengaruhi kepentingan pihak luar yang berpotensi memperkeruh keadaan.

BACA JUGA  Milad ke-66, UMI Anugerahi Wapres Ma'ruf Amin Gelar Doktor Honoris Causa

Pilar ketiga menekankan rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik, yakni mendorong Arab Saudi dan Houthi duduk bersama untuk menyusun peta jalan keamanan kawasan dengan saling menghormati kedaulatan masing-masing. Menurutnya, stabilitas Yaman merupakan bagian penting dari keamanan kawasan, termasuk bagi Arab Saudi.

Sementara pilar keempat adalah menjamin keamanan jalur logistik internasional melalui pembentukan zona bebas konflik di Selat Bab el-Mandeb. Kiai Ma’ruf Amin menilai terganggunya jalur pelayaran tersebut dapat memicu kenaikan biaya logistik dan inflasi global yang pada akhirnya membebani masyarakat di berbagai negara.

Di akhir pesannya, Kiai Ma’ruf Amin menegaskan Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, siap mendukung setiap upaya perdamaian yang ditempuh kedua belah pihak.

BACA JUGA  Tangisan TKI Asal Deli Serdang di Arab Saudi

“Perang tidak pernah melahirkan pemenang sejati. Yang tersisa hanyalah kehancuran bagi generasi masa depan. Sudah saatnya pertikaian ini diakhiri dan digantikan dengan dialog yang bermartabat,” kata Masduki menyampaikan pesan Kiai Ma’ruf Amin.(PR/01)