Truk Tabrak JPO Pasar Kramat Jati, TransJakarta Koridor 7 Alih Rute

Truk Tabrak JPO Pasar Kramat Jati, TransJakarta Koridor 7 Alih Rute
Truk trailer pengangkut tangki besar menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Halte Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (16/8/2026) dini hari. (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Layanan TransJakarta Koridor 7 rute Kampung Rambutan-Kampung Melayu dialihkan sementara setelah truk trailer pengangkut tangki besar menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Halte Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (16/8/2026) dini hari.

Manajemen TransJakarta menyampaikan, pengalihan rute diberlakukan untuk armada Koridor 7 arah Kampung Rambutan.

Bus Transjakarta sementara melintas melalui Tol Hek sehingga tidak melayani Halte Kramat Jati.

“Koridor 7: Kp. Rambutan-Kp. Melayu mengalami pengalihan rute melalui Tol Hek dikarenakan adanya truk menabrak JPO di sekitar Pasar Kramat Jati. Sementara arah Kp. Rambutan tidak melayani Halte Kramat Jati,” demikian keterangan TransJakarta melalui akun X resminya, Minggu (16/8/2026).

Pengalihan dilakukan menyusul insiden truk trailer yang tersangkut hingga menabrak struktur JPO di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

BACA JUGA  PT TransJakarta Terapkan Sistem Pembatas Kecepatan

Kondisi tersebut berdampak terhadap kelancaran operasional layanan TransJakarta di sekitar lokasi.

TransJakarta mengimbau pelanggan memantau perkembangan layanan melalui kanal informasi resmi dan aplikasi TJ:Transjakarta.

Pembaruan tersebut diperlukan agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan selama pengalihan rute berlangsung.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta insiden truk trailer yang menabrak JPO Pasar Kramat Jati diproses dengan perlakuan yang sama seperti kasus truk tersangkut di JPO Tendean, Jakarta Selatan, pada 14 Juli 2026.

Pramono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri On-Ground Activation Integrity Fun Walk dan Integrity Booth bertema “5 Abad Kota Global: Birokrasi Bersih, Hadir Melayani” dalam rangka Kampanye Antikorupsi Serentak 2026 di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2026).

BACA JUGA  Welfizon Yuza Ditunjuk Sebagai Direktur Utama TransJakarta

“Yang pertama, untuk truk tentunya kami memperlakukan yang sama seperti JPO Tendean. Apakah yang terjadi di Tendean dan juga waktu yang terjadi saat ini, saya akan segera minta kepada OPD terkait untuk melakukan pengecekan itu,” kata Pramono kepada wartawan.

Gubernur Pramono mengatakan, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi dan penyebab insiden di JPO Kramat Jati.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menindaklanjuti kejadian tersebut.(Paulina/01)