Bawa Angin Segar BUMN, Darmadi Sebut Erick-Ahok Mirip Gorbachev

Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Darmadi Durianto saat tampil sebagai pembicara di salah satu televisi swasta/Foto: Ist

Jakarta, Sudut Pandang-Kepemimpinan Erick Thohir di kementerian BUMN seolah menjadi angin segar dan harapan baru di tengah kultur BUMN yang cukup kolot.

Langkah berani Menteri Erick saat mengajak Ahok untuk bergabung di kementerian yang dipimpinnya menjadi point plus tersendiri dan banyak diapresiasi sejumlah kalangan termasuk kalangan parlemen.

IMG-20220125-WA0002

Anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto misalnya menilai, kehadiran dua orang tersebut (Erick-Ahok) di BUMN mengingatkannya pada era dimana Soviet (Rusia kini) dipimpin oleh Mikhail Gorbachev tokoh pembaharu Soviet kala itu.

“Tidak berlebihan kiranya jika saya menilai atau menyandingkan kedua orang itu (Erick dan Ahok) dengan tokoh besar Soviet yaitu Mikhail Gorbachev seorang tokoh pembaharu yang cukup banyak membawa perubahan mendasar saat itu. Bedanya mungkin saat ini Erick-Ahok belum teruji dalam tataran prakteknya,” kata politikus PDIP itu kepada wartawan di Jakarta Rabu, (20/11/2019).

Menurutnya, langkah Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini yang merestrukturisasi sejumlah pos jabatan strategis di BUMN merupakan terobosan yang patut diapresiasi.

“Jadi kalau lihat Erick-Ahok seperti melihat Gorbachev meluncurkan gagasan Glassnot dan Perestroikanya untuk mengubah kondisi Soviet disaat krisis. Erick-Ahok seperti sedang menuju kearah sana, arah dimana perubahan akan dijadikan landasan dasar mereka dalam membawa BUMN kearah yang lebih baik,” puji dia.

Darmadi kembali meyakini, kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir dengan Ahok sebagai partnernya akan berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian kedepan.

“BUMN yang sehat akan jadi salah satu penopang kuat perekonomian kita dimasa depan. Saya yakin sekali lagi, Erick-Ahok akan segera luncurkan Glassnot dan Perestroika seperti yang dilakukan Gorbachev,” tutup Bendahara Megawati Institute itu.AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.