SUDUT PANDANG.ID – Iran berpotensi memperoleh suntikan investasi swasta senilai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.000 triliun sebagai bagian dari kerangka kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).
Dana jumbo tersebut disiapkan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan pembangunan berbagai sektor strategis Iran setelah konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dilansir dari Al Arabiya, Rabu (17/6/2026(, informasi itu terungkap dari sumber yang mengetahui langsung proses perundingan AS-Iran.
Menurut sumber tersebut, lebih dari separuh nilai investasi yang direncanakan bahkan telah mendapatkan komitmen pendanaan dari berbagai investor internasional.
Dana investasi tersebut dirancang melalui skema bernama “Reconstruction and Development Fund” atau Dana Rekonstruksi dan Pembangunan.
Berbeda dengan bantuan pemerintah atau kompensasi perang, seluruh pendanaan berasal dari sektor swasta dan tidak menggunakan dana negara maupun hibah pemerintah.
Dilansir dari Reuters, perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat, negara-negara Teluk, Asia, Amerika Selatan, hingga Afrika disebut telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam proyek investasi tersebut.
Dana itu nantinya akan diarahkan ke sektor energi, logistik, manufaktur, transportasi, serta pembangunan infrastruktur yang terdampak konflik.
Sebelumnya, Iran dilaporkan sempat mengajukan permintaan kompensasi perang sebesar 400 miliar dollar AS kepada Washington. Namun usulan tersebut tidak mendapat persetujuan.
Sebagai alternatif, kedua pihak kemudian membahas pembentukan dana investasi yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus menjadi insentif bagi terwujudnya perdamaian jangka panjang.
Selain pembangunan fasilitas industri dan energi, skema pendanaan itu juga dapat digunakan untuk mendukung pemulihan kilang minyak, bandara, jalur logistik, hingga infrastruktur publik lainnya yang mengalami kerusakan akibat perang.
Meski demikian, dana tersebut belum dapat dioperasikan dalam waktu dekat. Pembentukannya masih menunggu penandatanganan kesepakatan final antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada pekan ini.
Setelah nota kesepahaman diteken, kedua negara akan memasuki masa transisi selama 60 hari untuk menyusun mekanisme pelaksanaan dan menentukan proyek prioritas.
Sumber yang terlibat dalam negosiasi juga menegaskan bahwa dana investasi tersebut terpisah dari pembahasan mengenai pencabutan sanksi ekonomi AS maupun akses Iran terhadap aset-aset yang selama ini dibekukan di luar negeri.
Jika terealisasi, program investasi bernilai ratusan miliar dollar AS ini akan menjadi salah satu paket pemulihan ekonomi terbesar yang pernah diterima
Iran dan berpotensi mengubah lanskap ekonomi negara tersebut dalam beberapa tahun mendatang.(red/reuters)










