BADUNG-BALI, SUDUTPANDANG.ID – Ratusan jemaah melaksanakan Shalat Iduladha 1447 Hijriah di Gedung Serba Guna Yayasan Insan Mulia (YIM), Perumahan Dewata Permai, Sading, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (27/5/2026) pagi.
Pelaksanaan shalat berlangsung khusyuk dan tertib dengan Ustaz Fajar Firdausi sebagai imam sekaligus khatib. Jemaah yang hadir berasal dari wilayah Sading dan sekitarnya.
Dalam khutbahnya, Ustaz Fajar mengajak umat Islam untuk meningkatkan rasa syukur, memperbanyak selawat, serta memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT.
Ia menegaskan pentingnya saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran semata-mata untuk mengharap rida Allah SWT.
Menurutnya, Iduladha menjadi momentum untuk meneladani nilai pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Ustaz Fajar menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud sedekah yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Dalam khutbahnya, ia juga mengingatkan bahwa momen Iduladha bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi waktu istimewa untuk memperbanyak zikir, doa dan istighfar.
Mengambil pelajaran dari kisah keluarga Nabi Ibrahim AS, Ustaz Fajar menekankan pentingnya membangun keluarga yang berkualitas, taat beragama, serta memiliki ketahanan mental dan spiritual.
Ia mengatakan keteladanan Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail menunjukkan bahwa keluarga yang kuat dapat terbentuk melalui kesabaran, keimanan, dan pola hidup yang baik.
Ustaz Fajar juga menyinggung dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam Surah As-Shaffat ayat 102 sebagai contoh pendidikan keluarga yang membangun kecerdasan, keteguhan iman, dan sikap kritis pada anak.
“Generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman, dan mampu membedakan mana perintah Allah dan mana yang bukan,” ujarnya.
Di akhir khutbah, Ustaz Fajar mengingatkan para orang tua agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun keimanan.
Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak hanya mengejar kehidupan duniawi, tetapi menyeimbangkannya dengan persiapan kehidupan akhirat.
“Allah SWT akan mencukupkan rezeki bagi hamba-Nya yang taat dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya,” ucapnya.(One/01)










