Kalbar Jadi Provinsi Tercepat Nasional Penyampaian Laporan Data IDM Desa Mandiri

  • Bagikan
Foto:dok.Pemprov Kalbar

PONTIANAK, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi provinsi tercepat secara nasional dalam penyampaian laporan updating Data Indeks Desa Membangun (IDM) pada tahun 2021.

“Capaian ini merupakan suatu capaian keberhasilan dalam meningkat Desa Mandiri di Kalbar,” kata Gubernur Kalbar Sutarmidji, pada kegiatan penandatangan Berita Acara IDM Tahun 2021 dan Arahan Gubernur Kalbar tentang Percepatan Status IDM Melalui Keterlibatan Peran Swasta di Provinsi Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (8/6).

Berdasarkan laporan yang diterima, Kalbar menjadi Provinsi tercepat secara nasional dalam laporan updating data IDM tahun 2021. Rinciannya, status Desa Mandiri sebanyak 385 Desa, Desa Maju 456 Desa, Desa Berkembang sebanyak 910 Desa dan Desa Tertinggal hanya tersisa 280 Desa serta tidak terdapat lagi desa sangat tertinggal di provinsi ini.

BACA JUGA  Kunjungi Singkawang, Kapolda Kalbar Siap Sukseskan Festival Cap Go Meh 2020

Sutarmidji berharap capaian keberhasilan ini, adanya sinegitas antara Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi dan TNI-Polri dalam pengawasan dan pembangunan IDM di Kalbar.

“Indikator IDM sudah ada dan kita harus memenuhi indikator tersebut, sehingga desa itu berubah status menjadi Desa Mandiri, nanti jika sudah berubah status desa tersebut bisa dikelola dengan baik dan benar sehingga mensejahterakan masyarakat desa tersebut,” katanya.

“Kedepannya adanya Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi turut sinergi dalam memberikan arahan kepada desa supaya dana desa digunakan dengan baik, sedangkan untuk TNI-Polri bisa melakukan keamanan di desa serta membantu masyarakat desa pembuatan jalan, saluran air bersih untuk masyarakat desa itu,” sambung Sutarmidji.

Dengan memperhatikan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa saat ini, dirinya sebagai Gubernur bersama Wagub Ria Norsan sangat optimis bisa menargetkan ratusan desa mandiri hingga akhir jabatannya nanti.

“Target tahun depan saya bersama Bapak Wagub bisa menargetkan 425 sampai 450 Desa Mandiri hingga akhir masa jabatan kami,” tandasnya.

BACA JUGA  Peduli Tenaga Medis, Perhakin Kalbar Serahkan Bantuan Kacamata Safety untuk RSU Santo Antonius

“Kami akan meminta kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk memperhatikan status desa yang telah meningkat menjadi Desa Mandiri untuk meningkatkan dana desanya, bukan dikurangi seiring naiknya status Desa Mandiri tersebut,” tambah Sutarmidji.

Perusahaan Perkebunan

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalbar, Yuslinda, mengatakan, dalam kegiatan penandatangan Berita Acara IDM Tahun 2021 dan Arahan Gubernur Kalbar Tentang Percepatan Status IDM Melalui Keterlibatan Peran Swasta di Provinsi Kalbar, peran pihak swasta seperti Perusahaan Perkebunan yang ada di Kalbar turut bersinergi dalam program tersebut.

“Kami laporkan juga dalam acara ini kami mengundang Direktur Group Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang ada di Kalimantan Barat untuk mendengarkan arahan dari Gubernur Kalimantan Barat sehubungan dengan keterlibatan peran perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam rangka percepatan peningkatan status Indeks Desa Membangun di desa sekitar Perusahaan,” ungkap Yuslinda.

Ia menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 5/PR/.03.01/III/2021 tanggal 1 Maret 2021, mengenai penyampaian informasi terkait dengan proses pemutakhiran data IDM berbasis SDGs Desa.(L4Y)

BACA JUGA  Danlantamal XII/Pontianak Kunjungi Kabupaten Landak
  • Bagikan

Comment