JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bogor atau KONI Kabupaten Bogor bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa Piala Bupati Bogor 2026 yang digelar ASKAB PSSI Kabupaten Bogor pada 23 hingga 24 Mei 2026.
Kompetisi yang berlangsung di Lapangan PHB dan Yon Armed tersebut menjadi ajang pembinaan sepak bola usia muda sekaligus pencarian bakat pemain potensial asal Kabupaten Bogor.
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, mengatakan pihaknya tidak hanya memberikan dukungan moral terhadap pelaksanaan liga, tetapi juga menyiapkan bonus khusus bagi tim yang berhasil mewakili Kabupaten Bogor ke putaran tingkat Jawa Barat.
Pria yang akrab disapa Kang Atep itu menilai kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan sepak bola daerah.
“Yang pasti saya akan memberikan bonus kepada tim yang mewakili Kabupaten Bogor ke tingkat Jawa Barat. Untuk besarannya memang rahasia, tapi layak untuk adik-adik kita,” ujar Arif Rochmawan.
Menurut dia, Liga Jabar Istimewa Piala Bupati Bogor 2026 harus menjadi wadah pembinaan jangka panjang bagi para pemain muda agar mampu berkembang hingga level profesional.
Kang Atep optimistis banyak pemain potensial Kabupaten Bogor yang memiliki peluang tampil di kompetisi nasional bahkan memperkuat tim nasional Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya melihat adik-adik ini adalah pemain potensial Kabupaten Bogor yang mungkin lima hingga sepuluh tahun mendatang bisa bermain di Liga Indonesia dan harapan kita mereka juga bisa bergabung dengan Timnas Indonesia,” katanya.
Ia menilai Kabupaten Bogor memiliki sumber daya manusia yang besar sehingga pembinaan sepak bola harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, Asnan AP. Menurut Asnan, kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan talenta muda sepak bola di Kabupaten Bogor secara langsung.
“Liga ini merupakan ajang untuk melihat perkembangan talenta-talenta sepak bola Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan muncul pemain berbakat yang ke depannya bisa bermain di Liga 1 dan membela Timnas Indonesia,” ujar Asnan.
Ia menegaskan Dispora bersama KONI akan terus mendukung kegiatan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, demi menciptakan atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Bogor.
Asnan juga menilai potensi sepak bola di Kabupaten Bogor sangat besar mengingat jumlah penduduk yang mencapai jutaan jiwa. Menurut dia, dengan pembinaan yang tepat, Kabupaten Bogor seharusnya mampu melahirkan pemain berkualitas untuk level nasional.
“Saya melihat talenta anak-anak ini sangat luar biasa. Masa iya dari enam juta masyarakat Kabupaten Bogor tidak ada yang istimewa di sepak bola. Saya optimistis melalui liga dan event sepak bola lainnya akan lahir pemain berbakat untuk Indonesia,” katanya.
Liga Jabar Istimewa Piala Bupati Bogor 2026 sendiri mendapat perhatian besar dari berbagai pihak karena dianggap menjadi salah satu langkah serius dalam pengembangan sepak bola usia muda di daerah.
Kompetisi tersebut diikuti sejumlah tim muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor yang bersaing memperebutkan tiket menuju tingkat Jawa Barat.
Selain menjadi ajang kompetisi, liga ini juga dimanfaatkan para pelatih dan pencari bakat untuk memantau perkembangan pemain muda potensial.
Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Bogor, Iswahyudi, mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan KONI dan Dispora terhadap pelaksanaan kompetisi tersebut.
Menurut dia, perhatian langsung dari pimpinan KONI dan Dispora menjadi motivasi tambahan bagi ASKAB PSSI Kabupaten Bogor dalam membangun sepak bola daerah.
“Saya merasa baru kali ini benar-benar diperhatikan. Di tengah kesibukan, pak Kadispora dan Ketua KONI tetap hadir membuka liga ini. Mudah-mudahan sepak bola Kabupaten Bogor semakin maju,” kata Iswahyudi.
Ia berharap Liga Jabar Istimewa Piala Bupati Bogor dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang dan melahirkan pemain berbakat untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Dukungan pemerintah daerah dan KONI dinilai menjadi faktor penting dalam keberlangsungan pembinaan olahraga usia muda. Dengan sinergi yang kuat antara organisasi olahraga, pemerintah, dan masyarakat, pengembangan sepak bola daerah diyakini akan berjalan lebih maksimal.
Atmosfer kompetisi di Lapangan PHB dan Yon Armed juga berlangsung meriah dengan dukungan para orang tua, pelatih, dan masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Banyak pihak berharap kompetisi tersebut tidak hanya melahirkan pemain berbakat, tetapi juga membentuk karakter generasi muda melalui sportivitas, disiplin, dan semangat kerja sama tim.
Liga Jabar Istimewa Piala Bupati Bogor 2026 menjadi salah satu bukti keseriusan Kabupaten Bogor dalam membangun fondasi sepak bola usia muda demi mencetak talenta potensial untuk level nasional hingga internasional.
Melalui pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang berkelanjutan, Kabupaten Bogor optimistis mampu menjadi salah satu daerah penghasil pemain sepak bola berkualitas di Indonesia. (09/AGF).




