Berita  

Natal Aman, Bukti Masyarakat Indonesia Masih Kuat Menjaga Toleransi

KRT.AJM Andi Hakim, SH/Istimewa

Jakarta, SudutPandang.id-Praktisi Hukum KRT. AJM. Andi Hakim, SH, mengapresiasi pengamanan malam Natal 2019 yang dilakukan oleh Polri, TNI dan semua pihak terkait lainnya termasuk masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap umat Nasrani saat menjalankan ibadah.

“Pengamanan perayaan malam Natal tahun 2019 ini telah berjalan cukup baik, kondusif, aman dan damai. Konisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia masih kuat menjaga toleransi. Mudah-mudahan hingga pergantian tahun 2019 ke 2020 tetap berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Damai selalu Indonesiaku,” ujar Andi Hakim kepada SudutPandang.id di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

IMG-20220125-WA0002

Menurut Andi, kondisi ini tak terlepas dari sikap toleransi masyarakat Indonesia yang memandang pentingnya hidup damai dan kasih sayang di tengah keberagaman. Semangat kepedulian, gotong royong dan toleransi antar umat beragama masih berjalan dengan baik di tengah-tengah masyarakat.

“Ini merupakan implementasi pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila yang merupakan pandangan hidup kita sebagai warga negara Indonesia. Saling menjaga satu sama lain seperti dalam pengamanan Natal ini, sudah berlangsung sejak lama, sehingga semangat ini jangan sampai memudar bahkan hilang karena provokasi atau sikap intoleransi,” paparnya.

“Adanya sikap toleransi yang tertanam dalam diri dengan menghargai antar sesama akan menumbuhkan rasa nasionalisme, terhindar dari pengaruh eksternal yang dapat memutuskan persatuan dan kesatuan bangsa,” tambah Andi Hakim.

Ia berpesan untuk mewujudkan kehidupan dunia ini yang penuh damai dan kasih sayang untuk sesama, tanpa harus membedakan latar belakang, agama, ras, etnis dan golongan.

“Karena sesungguhnya kita semua bersaudara,” tutur Advokat Senior yang berkantor di bilangan Kartini Raya Jakarta Pusat itu.

Bhinneka Tunggal Ika

Kampung Toleransi Kel.Paledang, Kec.Lengkong, Kota Bandung/net

“Semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan untuk menghindari runtuhnya semangat toleransi dengan menyatukan perbedaan yang ada. Sikap toleransi harus mulai diterapkan kepada anak-anak sejak dini,” sambung Andi Hakim.

Terkait sikap intoleransi, Andi menilai suatu bentuk kurangnya toleransi terhadap kepercayaan atau agama yang dianut orang lain. Karena kurang hormat dan menghormati agama orang lain, maka dari itu sudah saatnya harus ikut peduli dan memahami sikap saudara dan sahabat secara jernih dan terbuka.

“Mari kita mempelajari kembali arti persatuan dan kesatuan yang telah dipraktikan secara nyata oleh para pahlawan bangsa kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia tanpa mengenal perbedaan,” tandas Ketua Umum Persaudaraan Suhu-suhu se-Nusantara ini.

Intoleransi, kata Andi, hanya sebagian kecil saja, lama-lama akan mengerti dengan sendirinya, karena hidup dalam Kebhinnekaan.

“Perayaan Natal 2019 yang penting dari hati kita yang tulus dan ikhlas, saling gotong royong dan hiduplah sebagai sahabat dan saudara, karena dunia ini bukan milik kita. Selamat Natal 2019 untuk saudara-saudaraku semua umat Kristiani yang merayakannya,” pungkasnya.(rkm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.