Pemerintah Tetapkan 222 Lokasi Prioritas Berbasis Kecamatan

  • Bagikan
Mendagri Tito Karnavian/Foto:dok.Humas Setkab

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian mendorong pembangunan pada daerah-daerah yang berada di perbatasan dengan negara lain. Menurutnya, posisi pulau terluar dan wilayah perbatasan menjadi penting bagi bangsa Indonesia karena menjadi etalase negara, termasuk Pulau Laut.

“Di samping kekuatan militer yang hadir, kita juga harus perkuat, percepat pembangunan di pulau-pulau terluar, termasuk juga daerah perbatasan, termasuk Kecamatan Pulau Laut,” ujar Tito saat meninjau layanan GISA Dukcapil serta penyerahan secara simbolis dokumen kependudukan bagi masyarakat nelayan di Kantor Camat Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (24/11/2021).

Point-Blur-Jan152022-200244

Menurut Mendagri, titik sentral penguatan itu bisa dilakukan lewat percepatan pembangunan berbasis administrasi wilayah kecamatan. Sebab, apabila mengambil basis wilayah kabupaten, tak semua wilayah tersebut masuk sebagai bagian pulau terluar atau perbatasan.

“Seperti dengan Kabupaten Natuna, tak semua wilayahnya merupakan bagian pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara lain,” katanya.

“Kita inventarisir seluruh Indonesia ini, totalnya ada 584 kecamatan yang ada di perbatasan. Ini di samping ada sisi pertahanan, tapi juga Bapak Presiden ingin membangun pemerataan pembangunan,” sambung Tito.

Dari 584 kecamatan di perbatasan, jelasnya, Pemerintah telah menetapkan 222 lokasi prioritas (Lokpri) pembangunan kecamatan pada Tahun Anggaran 2021-2024. Namun akibat pandemi Covid-19, percepatan pembangunan sempat terhambat. Oleh karena itu, proses pembangunan ini akan kembali digenjot pada tahun 2022.

“Itu sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yang dikeluarkan Bappenas, sudah dibunyikan, 222 lokasi prioritas berbasis kecamatan,” tutur Tito.

Ia menekankan pembangunan dan pengembangan wilayah perbatasan akan diawali dengan pengembangan potensi yang dimiliki kecamatan itu sendiri. Dirinya mengilustrasikan, Kecamatan Pulau Laut memiliki potensi di sektor perikanan, maka sektor itulah yang akan digenjot.

“Misalnya, dengan memperkuat kemampuan nelayan agar memiliki kemampuan tangkap yang maksimal, memiliki kapal yang dilengkapi fasilitas penunjang, off taker atau penguatan penampung, serta market atau pasar,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya menekankan perlunya sinergitas dan gotong royong seluruh level satuan pemerintahan. Peran Pemerintah Daerah harus turut serta dalam mengembangkan potensi di wilayahnya.

“Prinsipnya kita keroyok ramai-ramai. Sekali lagi, kita berkeinginan betul untuk mempercepat pembangunan Kecamatan Pulau Laut,” ujar mantan Kapolri ini.(sim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *