oleh

Pernah “Sukses” Kelabui Oknum Hakim, Masih Modus yang Sama, Kakek Ini Diduga Tipu Pengembang

Jakarta, SudutPandang.id – Wijanto Halim (87) yang pernah “sukses” mengelabui oknum hakim pada tahun 2014 silam di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dalam gugatan perdata terhadap Suherman Mihardja, SH, MH, pemilik sah atas lahan di Desa Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, kembali berulah.

Masih dengan modus yang sama, berbekal Akta Jual Beli (AJB) hasil penyatuan atau peleburan Girik-girik, Kakek ini nekat menjual objek tanah itu ke PT Propita Purilestari Indah (PPI), perusahaan pengembang di Tangerang.

“Ini namanya nekat, padahal faktanya tanah tersebut telah dijual oleh Wijanto Halim, dan secara hukum sudah inkrah, berkekuatan hukum tetap. Faktanya sertifikat tanah itu juga sudah sah milik klien kami Bapak Suherman Mihardja,” kata Peter Wongsowidjojo, kuasa hukum Suherman Mihardja, dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Peter menduga tanah milik kliennya berhasil dijual Wijanto Halim ke perusahaan pengembang itu karena ada keterlibatan oknum Notaris.

“Rasanya aneh saja, masa tanah yang sudah memiliki sertifikat bisa dijual tanpa adanya keterlibatan oknum, memangnya saat transaksi tidak dicek terlebih dahulu semua data surat yang diserahkan oleh Wijanto Halim, termasuk surat kuasa Surat Kuasa dari Johanes Gunawan ke Wijanto Halim No.82 dan No.83, yang dibuat oleh Notaris Raden Muhamad Hendarmawan, SH pada tanggal 23 Januari 1981, padahal faktanya Johanes Gunawan itu sudah meninggal dunia sejak tahun 1987 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta,” ujar Peter.

Saat ini, kata Peter, diketahui PT PPI sedang menggugat kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang. Dalam gugatan dengan Nomor 40/G/2020/PTUN-SRG tertanggal 16 September 2020, PT PPI meminta membatalkan sertifikat atas nama kliennya Suherman Mihardja.

BACA JUGA  Awal Tahun Baru, Banjir "Menyapa" Warga Jabodetabek

“Gugatan Wijanto Halim yang sebelumnya saja kandas, sekarang PT PPI berbekal 23 (duapuluh tiga) AJB tahun 1978 atas nama Johanes Gunadi dan juga Girik/Letter C 2135 hasil peleburan atau penyatuan atas Girik-girik pada 23 (duapuluh tiga) AJB tersebut yang diberikan Wijanto Halim malah meminta pembatalan sertifikat ke BPN Kota Tangerang miliki klien kami,” terang Peter.

Kantor BPN Kota Tangerang/net

“Sudah tahu dibohongi Wijanto Halim, kok malah minta pembatalan sertifikat atas nama klien kami yang sudah sah secara hukum dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap (inchracht) yang selama ini bersengketa dengan Wijanto Halim,” tambah Peter heran.

Terkait laporan pidana PT PPI di Polda Metro Jaya ke Wijanto Halim, Peter menyebut itu sudah tepat.

“Jika PT PPI melaporkan Wijanto Halim secara pidana atas dugaan penipuan dan penggelapan sesuai pasal 378 dan pasal 372 KUHPidana soal jual beli tanah tersebut, itu sudah tepat” tandas Peter.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Peter, Wijanto Halim menjual tanah seluas ± 60.000 m² (enam puluh ribu meter persegi) di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang sebesar Rp 11.964.800.000 (sebelas miliar sembilan ratus enampuluh empat juta delapan ratus ribu rupiah).

PTUN Serang/net

Riwayat

Pada kesempatan itu, Peter mengungkapkan kronologi sepak terjang Wijanto Halim yang masih mengakui tanah yang sudah dijualnya ke almarhum Surya Mihardja, ayah dari kliennya Suherman Mihardja.

“Pada tanggal 19 Desember 1988, Wijanto Halim selaku pemegang kuasa berdasarkan Surat Kuasa No.82 dan No.83, yang dibuat oleh Notaris Raden Muhamad Hendarmawan, SH pada tanggal 23 Januari 1981 di Jakarta telah melakukan transaksi jual beli atas tanah-tanah milik (alm) Johannes Gunadi sesuai dengan ke-23 AJB kepada (Alm) Surya Mihardja, ayah dari kliennya Suherman Mihardja,” ungkap Peter.

BACA JUGA  Bukan Perampok Uang Negara, OC Kaligis Merasa Diperlakukan Tidak Adil Soal Remisi

“Sebagaimana dimaksud dalam Surat Kuasa No.82 dan No.83 tanggal 23 Januari 1981, dengan Girik/Kohir/C hasil peleburan/penyatuan, yaitu C 2135 kepada Surya Mihardja (Alm) ayah dari Suherman Mihardja di hadapan Camat Batu Ceper, Drs. Darmawan Hidayat yang tertuang dalam 5 (lima) AJB,” tambahnya.

Komentar

News Feed