Hemmen

Rusia Siap Hancurkan Pesawat F-16 Bantuan untuk Ukraina

Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

MOSCOW,SUDUTPANDANG.ID – Bantuan pesawat tempur F-16 menjadi target pasukan Rusia, sesuai perintah Presiden Vladimir Putin akan menghancurkan jika diperbantukan ke Ukraina.

Putin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menginvasi negara Eropa di luar Ukraina.

Idul Fitri Kanwil Kemenkumham Bali

Putin menanggapi peringatan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa Barat bahwa Moskow akan mengincar negara lain jika tidak dihentikan di Ukraina.

“Pernyataan-pernyataan mereka tentang dugaan intensi kami untuk menyerang Eropa setelah Ukraina hanyalah omong kosong,” kata Vladimir Putin dikutip Associated Press, Rabu (27/3/2024).

Putin menggarisbawahi anggaran AS yang mencapai 10 kali lipat kebih besar dari Federasi Rusia.

“Kalau begitu, apakah kami akan memulai perang melawan NATO? Itu hanya racauan,” katanya.

BACA JUGA  Dubes Chrisnandi: Presiden Zelensky Undang Presiden Jokowi ke Ukraina

Putin memperingatkan sekutu-sekutu Ukraina agar tidak menyediakan tempat bagi jet F-16 yang akan diperbantukan ke Ukraina. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengeklaim sebanyak 42 jet F-16 telah dijanjikan untuknya.

Jet F-16 diketahui memerlukan hanggar dan landasan pacu dengan standar tinggi. Belum diketahui berapa pangkalan udara Ukraina yang bisa mengakomodasi F-16.

Meskipun demikian, Putin menyatakan bahwa bantuan jet F-16 untuk Ukraina tidak akan mengubah situasi pertempuran. Ia menyebut pasukan Rusia akan menghancurkan jet F-16 jika diperbantukan ke Ukraina.

“F-16 bisa membawa senjata nuklir, dan kami juga harus memperhatikan hal tersebut saat mengorganisasi operasi tempur kami,” kata Putin.

“Kami akan menghancurkan pesawat tempur mereka seperti kami menghancurkan tank-tank mereka, kendaraan tempur lapis baja, dan peralatan lain, termasuk peluncur roket laras banyak.”

BACA JUGA  Climate Central: 3 Bulan Terpanas Dalam Sejarah Dirasakan 98 Persen Populasi Dunia

Sumber : Associated Press

Barron Ichsan Perwakum