SUDUTPANDANG.ID – Seorang tentara Prancis tewas dalam insiden penembakan saat menjalankan misi penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan, Sabtu (18/4) waktu setempat. Presiden Emmanuel Macron mengecam keras serangan tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh.
Dilansir dari CNN, Minggu (19/4), insiden tewasnya tentara Prancis terjadi di Desa Ghandouriyeh ketika patroli UNIFIL tengah menjalankan tugas membuka akses menuju pos yang terisolasi akibat konflik di wilayah tersebut.
Selain menewaskan satu personel tentara Prancis, serangan itu juga menyebabkan tiga anggota UNIFIL lainnya terluka, dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Berdasarkan penilaian awal, tembakan diduga berasal dari aktor non-negara. Pemerintah Prancis menyebut indikasi mengarah pada Hizbullah, kelompok bersenjata yang memiliki pengaruh di kawasan tersebut.
UNIFIL juga menyatakan bahwa insiden ini diduga merupakan serangan yang disengaja dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan.
Dalam komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam, Macron menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan.
Ia meminta otoritas Lebanon mengambil langkah tegas untuk mengusut pihak yang bertanggung jawab.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin menjelaskan bahwa patroli tersebut sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk memastikan jalur logistik tetap terbuka di tengah situasi keamanan yang tidak stabil.
Pihak militer Lebanon turut mengutuk penembakan tersebut dan menyatakan telah membuka penyelidikan.
Presiden Aoun juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Prancis serta menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius.
Kematian tentara Prancis ini menambah daftar korban dari pasukan penjaga perdamaian internasional di Lebanon.
Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan di wilayah tersebut meningkat dan turut berdampak pada keselamatan personel UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas kawasan.
UNIFIL sendiri telah beroperasi sejak 1978 sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian di Lebanon selatan. Namun, dinamika konflik yang terus berkembang membuat misi ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.(red)










