JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Zuci Studio merayakan hari jadi ke-10 melalui kegiatan bertajuk Move, Grow & Glow yang memadukan aktivitas kebugaran, edukasi kesehatan, dan kolaborasi komunitas.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga dalam mencegah penyakit kronis.
Perayaan satu dekade Zuci Studio tersebut melibatkan Universitas Nasional (Unas) dan Rumah Sakit Husada sebagai mitra kegiatan.
Sejumlah aktivitas digelar, mulai dari kelas yoga, Pound Fit, hingga Zumba Party dengan konsep iringan disc jockey (DJ).
Acara juga menghadirkan talk show kesehatan bersama tenaga medis untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat olahraga bagi tubuh.
Perwakilan tim Zuci Studio, Tita, mengatakan perayaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperingati perjalanan studio kebugaran yang berbasis di kawasan Condet, Jakarta Timur, tetapi juga menjadi sarana memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain berolahraga, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan,” kata Tita, di Auditorium UNAS, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, Zuci Studio menyediakan beragam aktivitas kebugaran yang dapat diikuti berbagai kelompok usia, termasuk yoga, Zumba, Pound Fit, dan kelas yoga untuk anak-anak.
Studio tersebut juga memiliki program sekolah yoga untuk mendukung pengembangan aktivitas kebugaran secara berkelanjutan.
Dalam perayaan tahun ini, Zuci Studio menghadirkan konsep Zumba Party dengan iringan DJ untuk memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.
Sejumlah komunitas kebugaran turut dilibatkan guna meningkatkan partisipasi dan membuat suasana acara semakin meriah.
Tita memperkirakan jumlah peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mencapai sekitar 500 orang.
Kelas yoga yang berlangsung pada pagi hari diikuti sekitar 150 peserta, sedangkan sesi Pound Fit dihadiri hampir 200 orang. Adapun Zumba Party diperkirakan menarik lebih dari 300 peserta.
Angka tersebut merupakan perkiraan keikutsertaan pada masing-masing sesi dan tidak serta-merta menunjukkan jumlah individu yang berbeda, mengingat peserta dapat mengikuti lebih dari satu kelas.
Perayaan ini juga mendapat dukungan sejumlah figur publik, di antaranya Yurika Prastika dan Feni Rose.
Keterlibatan mereka menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan kebugaran dan kampanye gaya hidup sehat yang diusung Zucci Studio.
Tita menjelaskan, kerja sama dengan Unas diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan acara tahunan. Kedua pihak telah menjalin nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk membuka peluang kegiatan bersama pada masa mendatang.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terselenggaranya aktivitas kebugaran secara berkelanjutan di lingkungan kampus, termasuk melalui keterlibatan mahasiswa dan komunitas yang ada di Unas.
Dalam kegiatan ini, partisipasi juga dibuka bagi masyarakat umum, tidak terbatas pada anggota Zucci Studio.
Keterlibatan komunitas kampus menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada kelompok masyarakat yang lebih beragam.
Olahraga Untuk Cegah Penyakit Kroni

Selain aktivitas kebugaran, perayaan satu dekade Zuci Studio menghadirkan talk show kesehatan bersama dokter Anita Suryani, Spesialis Kedokteran Olahraga (Sp.KO), yang mewakili Rumah Sakit Husada.
Dalam pemaparannya, Anita menjelaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sekaligus membantu penanganan sejumlah penyakit kronis apabila dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.
Penyakit kronis yang dimaksud antara lain penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, osteoporosis, dan osteoartritis.
Kondisi tersebut membutuhkan perhatian jangka panjang dan dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik.
Menurut Anita, pencegahan penyakit kronis perlu dimulai melalui penerapan pola hidup sehat.
Upaya tersebut mencakup pengaturan pola makan, olahraga teratur, tidur yang cukup, pengelolaan stres, serta menghindari kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.
“Olahraga itu seperti obat. Ada dosis dan aturannya. Kalau kurang, manfaatnya tidak optimal. Namun, jika berlebihan dan tidak sesuai kemampuan tubuh, olahraga juga dapat menimbulkan cedera maupun risiko kesehatan lainnya,” jelas Anita.
Ia menekankan bahwa jenis, intensitas, durasi, dan frekuensi olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi fisik setiap individu.
Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu atau baru menjalani operasi, program latihan sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian dan arahan tenaga medis.
Anita juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dengan membatasi konsumsi gula, garam, serta makanan yang tinggi lemak.
Selain itu, kebutuhan tidur orang dewasa umumnya berkisar tujuh hingga sembilan jam setiap malam, meskipun kebutuhan setiap individu dapat berbeda.
Pengelolaan stres dan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebugaran.
Bagi masyarakat yang telah memiliki penyakit kronis, olahraga bukan pengganti pengobatan, melainkan dapat menjadi bagian dari program perawatan sesuai rekomendasi dokter.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk mengabaikan kesehatan.
Pemeriksaan rutin, kepatuhan terhadap pengobatan, dan penerapan gaya hidup sehat perlu berjalan beriringan untuk membantu mengendalikan penyakit kronis.
Perkuat Layanan Kedokteran Olahraga

Dalam kesempatan tersebut, Anita turut memperkenalkan layanan kedokteran olahraga di Rumah Sakit Husada melalui Usada Elite Sport Clinic.
Layanan ini mendukung kebutuhan pemeriksaan dan pendampingan kesehatan bagi masyarakat yang aktif berolahraga maupun pasien yang memerlukan pemulihan fisik.
Menurut Anita, program latihan fisik dan rehabilitasi dapat berperan dalam proses pemulihan sebelum maupun setelah tindakan operasi, bergantung pada kondisi pasien dan rekomendasi dokter yang menangani.
Pendampingan tersebut diperlukan agar pasien dapat menjalani proses pemulihan secara bertahap, terukur, dan sesuai target fungsionalnya.
Durasi pemulihan setiap pasien dapat berbeda, tergantung jenis cedera, tindakan medis, dan perkembangan kondisi tubuh.
Anita, yang juga bertugas sebagai dokter tim nasional dayung, menegaskan bahwa aktivitas fisik perlu dilakukan secara terencana, baik oleh atlet maupun masyarakat umum.
Ia berharap kolaborasi antara Zuci Studio, Unas, dan Rumah Sakit Husada dapat memperkuat edukasi serta akses masyarakat terhadap aktivitas kebugaran dan informasi kesehatan yang tepat.
Melalui perayaan bertema Move, Grow & Glow, Zuci Studio ingin menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar tren, melainkan kebiasaan yang perlu dibangun secara konsisten.
Memasuki usia ke-10, studio tersebut berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang menggabungkan olahraga, edukasi, dan kolaborasi komunitas untuk mendorong masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan aktif. (AGF/09).











