Tindak Lanjut Program Rumah Layak Huni, Menteri PANRB Lakukan MoU Dengan Beberapa Instansi Terkait

Menpan RB Rini Widyantini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP, BPS, BP Tapera,
Menpan RB Rini Widyantini saat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP, BPS, BP Tapera (Foto Istimewa)

Jakarta, Sudutpandang.id – Menindaklanjuti program penyediaan rumah layak huni untuk pegawai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan instansi paguyuban. Menpan RB Rini Widyantini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP, BPS, BP Tapera, dan BRI tentang penyediaan dan Pemutakhiran Data statistik bagi pegawai KEMENPANRB, BKN, ANRI, LAN, pada Kamis (22/5/2025).

Diungkapkan Rini, MoU menjadi landasan sinergi antara para pihak dalam penyediaan dan pemutakhiran data statistik pegawai Kemenpan RB guna mendukung program penyediaan rumah layak huni bagi pegawai yang sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi.

Rini pun menuturkan, nota kesepahaman yang ditandatangani bersama bukan sekadar dokumen formal, melainkan wujud komitmen nyata untuk memperkuat basis data ASN di lingkungan Kementerian PARB dan instansi paguyuban, dalam mendukung program strategis nasional, yaitu program penyediaan 3 juta rumah.

BACA JUGA  Promo Kemerdekaan, Selama Sebulan Penuh Beli BBM di Pertamina Dapat Diskon

“Nota kesepahaman ini juga merupakan komitmen kuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ASN dengan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi dengan baik, sehingga mereka mampu menjalankan tugas sebagai pelayan publik dengan lebih optimal,” imbuhnya.

Menurutnya, kerja sama lintas instansi ini menjadi bagian penting dari transformasi tata kelola pemerintahan, terutama dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk menciptakan kebijakan yang tepat guna. “Untuk itu, saya berharap tindak lanjut dari nota kesepahaman ini tidak berhenti pada level administratif, tetapi juga diiringi dengan langkah-langkah teknis yang konkret, sinergis, dan berkelanjutan,” tutur Rini.

Jurnalis : Dedy Mulyadi