BADUNG-BALI, SUDUTPANDANG.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mencatat capaian signifikan sepanjang 2025. Selama tahun ini, Imigrasi Ngurah Rai melayani total 15 juta pelintas melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan berhasil menyetor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,5 triliun, atau mencapai 97,41 persen dari target yang ditetapkan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), dari total perlintasan tersebut, sebanyak 6,9 juta merupakan wisatawan mancanegara.
Peningkatan jumlah pelintas ini mencapai sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peran strategis Imigrasi Ngurah Rai dalam mendukung pariwisata Bali yang aman dan tertib.
Selain melayani arus masuk dan keluar orang, Imigrasi Ngurah Rai memperketat pengawasan keimigrasian. Sepanjang 2025, tercatat 1.326 warga negara asing (WNA) ditolak masuk, sementara 1.221 orang baik WNA maupun warga negara Indonesia (WNI) ditunda keberangkatannya sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Dalam bidang penegakan hukum, kantor imigrasi ini menangani dua kasus tindak pidana keimigrasian dan 912 kasus Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) yang meliputi pendeportasian, pendetensian, penangkalan, dan pembatalan izin tinggal.
Untuk memperkuat pengawasan, tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) melakukan 1.196 patroli keimigrasian dan 450 kegiatan pengawasan keimigrasian sepanjang tahun.
Di bidang pelayanan publik, Imigrasi Ngurah Rai menerbitkan 27.977 paspor Republik Indonesia. Sebagai bagian dari pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), 338 permohonan paspor ditolak karena diduga akan digunakan untuk keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural.
Selain itu, sebanyak 53.428 izin tinggal diterbitkan, terdiri atas izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap.
Selain layanan reguler, Imigrasi Ngurah Rai melaksanakan program Eazy Paspor dan Eazy Intal (izin tinggal) di pusat perbelanjaan dengan total kuota 1.000 layanan. Program ini bertujuan mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan publik.
Menutup refleksi akhir tahun 2025, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung pelaksanaan program kerja.
“Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh jajaran Imigrasi Ngurah Rai bersama para pemangku kepentingan. Ke depan, kami akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional dan berintegritas, sekaligus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum demi menjaga kedaulatan negara,” ujar Winarko.
Capaian ini menegaskan peran strategis Imigrasi Ngurah Rai dalam menjaga keamanan perbatasan, mendukung sektor pariwisata, dan berkontribusi pada penerimaan negara, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan publik di Bali.(One/01)









