Hari Pertama Masuk Sekolah, Tenda Darurat Dukung Siswa Terdampak Bencana

Avatar photo
Hari Pertama Masuk Sekolah, Tenda Darurat Dukung Siswa Terdampak Bencana
Salah satu sekolah terdampak banjir di Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.(Foto: Pemkab Aceh Utara)

SUDUTPANDANG.ID – Menjelang hari pertama masuk sekolah pada semester genap, sejumlah sekolah di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara. Langkah ini dilakukan agar proses belajar-mengajar tetap berjalan meskipun sebagian sarana pendidikan belum pulih sepenuhnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan, operasi pembersihan sekolah terus dilakukan bekerja sama dengan relawan, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.

“Beberapa sekolah sudah bersih dan layak digunakan, tetapi bagi yang masih terdampak parah, tenda darurat akan dioptimalkan agar siswa tetap belajar,” ujarnya dilansir dari akun resmi YouTube BNPB, Minggu (4/1/2026).

BACA JUGA  Bupati Asahan Sambut Jamaah Haji Gelombang 2 Kloter 8

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dijadwalkan memimpin pembukaan semester genap secara simbolis di Aceh.

Kegiatan hari pertama masuk sekolah ini juga menjadi kesempatan meninjau progres pembersihan sekolah terdampak bencana alam di wilayah tersebut.

Kondisi Fasilitas Pendidikan 

Berdasarkan data BNPB, terdapat 3.188 fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, 54 sekolah mengalami kerusakan berat, sehingga siswa akan belajar di tenda darurat. Secara keseluruhan, 85 persen sekolah telah kembali beroperasi dengan normal.

Abdul Muhari menambahkan, tenda darurat disiapkan di Aceh sebanyak 14 unit, Sumbar 21 unit, dan Sumut 19 unit. Langkah ini memastikan proses belajar tetap berlangsung, sekaligus menjaga keselamatan siswa dan guru hingga sekolah pulih sepenuhnya.

BACA JUGA  Pesan Bupati Saat Terima Audiensi Bamag Asahan

“Kami berharap siswa dapat memulai semester genap dengan lancar. Tenda darurat menjadi solusi sementara yang aman dan nyaman agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu,” kata Abdul Muhari.

Selain itu, pemerintah terus memantau kualitas sarana dan jaringan komunikasi di sekolah darurat, memastikan akses informasi, komunikasi, dan aktivitas belajar digital tetap berjalan.

Kesiapan ini menjadi prioritas agar anak-anak di wilayah terdampak bencana alam tetap mendapatkan pendidikan secara optimal.(PR/01)