NOC Indonesia Dukung Ketegasan Erick Usut Kasus Atlet

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (kanan), menegaskan komitmennya mengawal proses investigasi tanpa kompromi. (Foto: ist).
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (kanan), menegaskan komitmennya mengawal proses investigasi tanpa kompromi. (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Dukungan terhadap langkah tegas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam menangani dugaan kekerasan seksual dan kekerasan fisik di pelatihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing terus mengalir. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan komitmennya mengawal proses investigasi tanpa kompromi.

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing yang terjadi di lingkungan pelatnas menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan olahraga nasional. Menpora Erick sebelumnya meminta investigasi internal oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berjalan objektif dan transparan. Ia juga mendorong pemberian sanksi berat apabila terduga pelaku terbukti bersalah.

Oktohari menyatakan NOC Indonesia memandang kasus ini sebagai persoalan serius yang tidak boleh ditoleransi. Menurutnya, segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi tidak boleh terjadi di dunia olahraga, terlebih di pelatnas yang seharusnya menjadi ruang aman bagi atlet untuk berkembang dan meraih prestasi.

“Saya begitu prihatin mendengar dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing ini terjadi di pelatnas. NOC Indonesia mendukung penuh komitmen dan langkah cepat Menpora Erick Thohir untuk memastikan kasus ini diusut secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan,” ujar Oktohari dalam keterangan resminya.

BACA JUGA  Sosialisasi UU Keolahragaan, Menpora Undang Perwakilan Suporter

Ia menegaskan, lingkungan pelatnas harus menjadi ruang yang aman dan mendukung perkembangan atlet. Setiap atlet, kata dia, berhak merasa terlindungi, dihormati, dan dijamin keamanannya selama menjalani program pembinaan nasional.

Dukung Ketegasan Menpora Erick dalam kasus ini, NOC Indonesia juga memastikan keterlibatan aktif melalui mekanisme pengawasan internal. Proses investigasi yang sedang berlangsung dikawal oleh Safeguarding Task Force yang dibentuk untuk memastikan perlindungan atlet berjalan efektif.

Oktohari menjelaskan, program safeguarding yang diimplementasikan sejak 2024 merupakan langkah sistematis sebagai bentuk komitmen moral dan tanggung jawab institusional. Program tersebut bertujuan memastikan seluruh atlet mendapatkan kesempatan berlatih dan berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari ancaman dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, safeguarding bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian dari reformasi tata kelola olahraga nasional. Dengan sistem yang terstruktur, setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani melalui prosedur yang jelas, termasuk mekanisme pelaporan yang aman dan terpercaya bagi korban.

Sebagai bagian dari penguatan sistem, NOC Indonesia telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh federasi nasional anggota. Surat tersebut menekankan pentingnya edukasi, sosialisasi, serta penerapan kebijakan safeguarding secara konsisten dan terukur di setiap cabang olahraga.

BACA JUGA  Komisi X DPR RI Dukung Erick Thohir Tetap Jadi Ketua Umum PSSI

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan FPTI, Kemenpora, maupun federasi nasional berbagai cabang olahraga. Kami tidak mengenal kompromi dalam menghadapi dugaan kekerasan seksual seperti ini,” tegas Oktohari.

Ia menambahkan, kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat sistem pencegahan, meningkatkan edukasi tentang relasi kuasa, serta menyediakan mekanisme pelaporan yang menjamin keamanan pelapor.

Dalam konteks pembinaan olahraga prestasi, Oktohari menekankan bahwa integritas dan keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama. Prestasi internasional, kata dia, tidak boleh dibangun di atas praktik yang melanggar hak asasi maupun merendahkan martabat atlet.

NOC Indonesia, lanjutnya, berkomitmen mendukung setiap langkah strategis pemerintah, termasuk Kemenpora, dalam menciptakan ekosistem olahraga nasional yang profesional, berintegritas, dan bebas dari kekerasan. Dukungan terhadap ketegasan Menpora Erick dinilai sebagai bagian dari upaya bersama membangun budaya olahraga yang sehat dan transparan.

Sementara itu, investigasi internal di tubuh FPTI masih berlangsung. Kemenpora meminta proses tersebut dilakukan secara objektif dengan melibatkan unsur independen apabila diperlukan. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar penentuan sanksi terhadap pihak yang terbukti bersalah.

BACA JUGA  Dibawa Ketua Umum PB ISSI, Atlet Sepeda Nasional dan Internasional Gelar Latihan Bersama di Kalbar

Kasus dugaan kekerasan seksual di pelatnas panjat tebing ini menjadi sorotan publik dan komunitas olahraga. Sejumlah pihak berharap momentum ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga.

Dukung Ketegasan Menpora Erick, NOC Indonesia menegaskan akan terus mengawal proses investigasi hingga tuntas. Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian hukum sekaligus memulihkan rasa aman atlet yang tengah menjalani pembinaan nasional.

Dengan komitmen bersama antara Kemenpora, NOC Indonesia, dan federasi cabang olahraga, diharapkan lingkungan pelatnas benar-benar menjadi ruang yang aman, profesional, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Penanganan kasus ini juga diharapkan menjadi preseden penting dalam memperkuat sistem perlindungan atlet Indonesia ke depan. (AGF/09).