JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kepergian musisi Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Sejumlah figur publik terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, salah satunya Anya Geraldine yang turut datang melayat di rumah duka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Saat berada di rumah duka, Anya menggambarkan suasana penuh haru yang dirasakan oleh keluarga dan para pelayat yang datang. Meski kesedihan tak terbendung, keluarga almarhum dinilai tetap menunjukkan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Jadi tadi di dalam alhamdulillah semuanya kondusif dan juga banyak teman-teman dari keluarga juga yang semuanya alhamdulillah ternyata kuat. Pastinya banyak air mata yang tadi sudah turun di dalam gitu ya, tapi alhamdulillah aku lihat semuanya sepertinya kuat,” ujar Anya Geraldine di rumah duka, Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Anya juga menyampaikan bahwa seluruh anggota keluarga besar, termasuk istri Vidi Aldiano, Sheila Dara, berada di sisi almarhum pada saat-saat terakhirnya. Menurutnya, keikhlasan keluarga menjadi kekuatan tersendiri bagi orang-orang yang datang untuk memberikan dukungan.
I
“Iya tadi semuanya ada di dalam dan alhamdulillah kayaknya semuanya kuat, semuanya udah ikhlas, jadi ya didoain aja,” kata Anya.
Di sisi lain, Anya juga menyinggung rencana para sahabat untuk mengenang hari ulang tahun Vidi yang jatuh pada bulan Maret. Ia mengisyaratkan kemungkinan adanya kegiatan positif yang dilakukan untuk mengenang sang musisi.
“Kalau untuk itu ya aku nggak tahu ya, tapi mengingat Vidi juga kan sebentar lagi ulang tahun di bulan Maret juga gitu ya. Jadi ya mungkin entar kita lihat aja, pastinya akan ada yang kita lakuin lah, hal yang baik untuk Vidi,” jelasnya.
Sementara itu, penceramah Husein Ja’far Al Hadar atau yang lebih dikenal sebagai Habib Jafar juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Ia menilai wafatnya Vidi Aldiano pada bulan Ramadan sebagai pertanda baik.
“40 orang menyaksikan bahwa beliau orang baik, itu adalah pertanda beliau insyaallah diterima di surga-Nya Allah,” ungkap Habib Jafar di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Habib Jafar juga menilai momen wafatnya Vidi pada bulan suci memiliki makna tersendiri bagi umat Muslim, mengingat Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan.
“Kemudian ini hari baik, bulan baik, bulan Ramadan. Hari diturunkannya Al-Qur’an, insyaallah beliau naik ke sisi Allah bersama Al-Qur’an yang dibacanya. Karena beliau selalu meng-update bagaimana ibadahnya, bacaan Al-Qur’annya kepada saya,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga menyoroti perjuangan panjang Vidi selama bertahun-tahun melawan penyakit kanker ginjal. Menurutnya, ujian sakit yang dialami almarhum diyakini menjadi penghapus dosa.
“Beliau selama 7 tahun mengalami rasa sakit, yang itu penggugur dosanya insyaallah, sehingga pulang dalam keadaan sebaik-baiknya manusia ketika pulang ke haribaan (pangkuan) Allah,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Habib Jafar memberikan kesaksian tentang pribadi Vidi Aldiano yang dikenalnya sebagai sosok baik selama hidupnya.
“Saya cuman bisa bersaksi bahwa Vidi Aldiano yang saya kenal selama beberapa tahun ini sebagai orang yang sangat baik. Saya bersaksi bahwa beliau orang baik,” tutup Habib Jafar.(04)









