JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Momentum Ramadan hingga Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan pada aktivitas pengiriman barang yang dilakukan oleh Paxel.
Perusahaan logistik berbasis teknologi ini mencatat peningkatan tidak hanya pada kategori makanan (food) dan produk beku (frozen), tetapi juga pada pengiriman non-food yang menunjukkan pertumbuhan kuat sepanjang periode tersebut.
Lonjakan ini terjadi selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026, yang dikenal sebagai musim puncak (peak season) bagi industri logistik di Indonesia.
Pada momen ini, masyarakat cenderung meningkatkan aktivitas konsumsi dan pengiriman barang, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kategori non-food yang mengalami peningkatan signifikan meliputi peralatan rumah tangga, elektronik dan gadget, serta obat-obatan.
Barang-barang tersebut umumnya membutuhkan penanganan khusus selama proses distribusi, baik dari sisi keamanan maupun kecepatan pengiriman.
Kondisi ini mencerminkan perubahan pola kebutuhan logistik masyarakat yang semakin beragam.
Chief Commercial Officer Paxel, Howard Nugraha Gani, mengatakan bahwa tren ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen dalam menggunakan layanan logistik.
“Terjadi pergeseran pola pengiriman selama Ramadan–Lebaran, di mana kebutuhan tidak lagi didominasi oleh makanan, tetapi juga kategori non-food. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk mengandalkan layanan logistik dalam pengiriman paket,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (28/4/2026).
Peningkatan ini dipicu oleh kebutuhan masyarakat yang ingin memastikan barang kiriman tetap aman dan cepat sampai di tujuan, terutama dalam kondisi tingginya aktivitas distribusi selama musim liburan.
Selain itu, pelaku usaha juga semakin bergantung pada layanan logistik untuk menjaga kualitas produk hingga diterima oleh pelanggan.
Paxel mengklaim menjawab kebutuhan tersebut dengan mengusung layanan berbasis kecepatan dan keamanan.
Melalui sistem operasional yang terintegrasi, setiap paket ditangani dengan standar yang sama untuk memastikan kualitas tetap terjaga hingga titik akhir pengiriman.
Bagi pelaku usaha, terutama UMKM di sektor food maupun non-food, kualitas produk menjadi faktor utama dalam menjaga reputasi bisnis.
Namun, tantangan muncul ketika produk berada dalam proses pengiriman, di mana kontrol terhadap kondisi barang menjadi terbatas.
Perubahan kecil dalam kondisi barang saat pengiriman dapat berdampak besar terhadap kepuasan pelanggan.
Dampak tersebut dapat berupa ulasan negatif, permintaan pengembalian dana (refund), hingga menurunnya tingkat kepercayaan pelanggan dan repeat order.
Melihat kondisi tersebut, Paxel memperkuat aspek keamanan pengiriman dengan menyediakan perlindungan asuransi pada setiap paket. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses distribusi.
“Melalui layanan yang mengedepankan keamanan dan kecepatan, kami berkomitmen memastikan setiap pengiriman, apa pun kategorinya, tetap sampai dalam kondisi yang sama. Hal ini penting agar pelanggan maupun pelaku usaha merasa lebih tenang,” kata Howard.
Perusahaan memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan logistik, termasuk melalui aplikasi yang memudahkan pelanggan dalam melakukan pengiriman.
Layanan yang ditawarkan mencakup pengiriman same day, next day, hingga layanan instan, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan distribusi cepat di berbagai kota.
Sejak didirikan pada 2017, Paxel telah melayani lebih dari 3 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Perusahaan juga mengklaim memiliki tingkat ketepatan waktu pengiriman (service level agreement/SLA) hingga 99 persen.
Selain fokus pada layanan logistik, Paxel juga berupaya memberdayakan pelaku usaha lokal, khususnya di sektor ekonomi kreatif.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui penyelenggaraan “eKuliner Awards”, sebuah ajang penghargaan tahunan bagi pelaku UMKM kuliner di Indonesia.
Dengan meningkatnya permintaan pada kategori non-food selama Ramadan–Lebaran, Paxel melihat peluang besar untuk memperluas peran sebagai mitra logistik yang tidak hanya fokus pada pengiriman makanan, tetapi juga berbagai jenis barang lainnya.
Ke depan, tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman yang cepat, aman, dan dapat diandalkan.
Paxel pun menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Momentum Ramadan dan Lebaran tidak hanya menjadi ajang peningkatan konsumsi, tetapi juga memperlihatkan transformasi perilaku masyarakat dalam memanfaatkan layanan logistik.
Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya peran sektor logistik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. (09/AGF).










