ASAHAN-SUMUT-SUDUTPANDANG.ID,– Ratusan warga Kecamatan Buntu Pane menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Besar Sei Silau Timur pada Kamis (07/05/2026) siang.
Aksi ini dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan dinilai telah mengabaikan hak masyarakat selama puluhan tahun tanpa sentuhan pembangunan.
Kehadiran massa yang menuntut perbaikan segera ini direspon langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, yang turun ke lapangan didampingi Kapolres Asahan serta jajaran Forkopimcam Buntu Pane.
Koordinator aksi, Maulana Annur, dalam orasinya menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut bukan sekadar masalah estetika, melainkan hambatan nyata bagi urat nadi perekonomian warga. Ia menyoroti bagaimana kondisi lubang yang menganga dan polusi debu telah memicu banyak kecelakaan serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Maulana mendesak agar Pemerintah Kabupaten Asahan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak lagi menutup mata terhadap penderitaan warga yang sudah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menyatakan keprihatinannya dan mengakui bahwa jalur tersebut merupakan akses sentral.

Menurut Bupati, jalan ini adalah penghubung vital antara Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun yang sangat krusial bagi distribusi hasil pertanian. “Dengan kondisi jalan seperti ini, masyarakat tentu kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Bupati di hadapan massa yang berkumpul sejak pukul 14.30 WIB tersebut.
Lebih lanjut, Bupati berjanji akan segera membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi mengingat status jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Ia berkomitmen untuk menyampaikan keluhan warga secara langsung agar perbaikan dapat segera direalisasikan pada tahun anggaran berjalan. Taufik mengajak masyarakat untuk bersabar sembari bersama-sama mengawal proses usulan perbaikan tersebut ke pihak provinsi.
Kegiatan penyampaian aspirasi ini berakhir dengan tertib setelah mendengar penjelasan dan komitmen dari orang nomor satu di Asahan tersebut.
Tepat pukul 15.30 WIB, massa mulai membubarkan diri dengan teratur. Secara keseluruhan, aksi unjuk rasa ini berjalan dengan aman dan kondusif berkat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan dialog terbuka yang dikedepankan oleh pemerintah daerah.(ma)










