Dua WNI Kembali Ditangkap Israel, Total Tujuh Orang Terkait Misi Kemanusiaan ke Gaza

Avatar photo
Dua WNI Kembali Ditangkap Israel, Total Tujuh Orang Terkait Misi Kemanusiaan ke Gaza
Global Sumud Flotilla (Dok. People's Health Movement)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza kembali bertambah menjadi tujuh orang setelah dua relawan dilaporkan ikut dicegat di Laut Mediterania.

Dua WNI terbaru yang disebut ditangkap adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu, relawan dari Dompet Dhuafa yang berada di Kapal Zapyro dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy mengatakan, pihaknya menyaksikan langsung proses intersepsi terhadap kapal yang ditumpangi keduanya melalui siaran langsung (live streaming) dari akun resmi Global Sumud Flotilla.

“Kami melihat langsung kapal Zapyro yang ditumpangi Mas Herman Budianto Sudarsono dan Mas Ronggo Wirasanu sudah diintersep oleh Zionis,” kata Harfin dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

BACA JUGA  HPN 2025, PWI Gorontalo siap Hadir di Kalimantan Selatan

Harfin menyebut, dengan penangkapan dua WNI tersebut, total sudah tujuh WNI yang ditangkap militer Israel dalam rangkaian misi kemanusiaan itu.

Tujuh WNI yang dilaporkan ditangkap terdiri dari lima orang sebelumnya, yakni Andi Angga Prasetya di Kapal Josef, Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, serta tiga jurnalis di Kapal Ozgurluk yaitu Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, dan Heru Rahendro.

Sementara dua WNI lainnya yang baru dilaporkan ditangkap adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro.

Adapun dua WNI lainnya dalam rombongan yang berjumlah sembilan orang disebut masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat dan belum diketahui status pastinya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya telah mengonfirmasi adanya penambahan jumlah WNI yang ditangkap dalam insiden tersebut.

BACA JUGA  Rapat Pleno PBNU Tetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa hingga pukul 19.50 WIB, total tujuh WNI telah ditahan oleh pihak Israel.

“Dari total sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), tujuh dilaporkan telah ditangkap, sementara dua lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu relawan, Herman Budianto, sempat menceritakan kondisi di tengah pelayaran sebelum kapal-kapal rombongan dicegat.

Melalui sambungan video, Herman menggambarkan situasi di Laut Mediterania yang diwarnai keberadaan drone dan kapal militer Israel yang membayangi rombongan.

Ia menyebut kapal-kapal relawan sempat berupaya menghindari pengejaran dengan manuver dan menyebar ke beberapa arah untuk menghindari intersepsi.

“Mereka melakukan manuver dan menghindar dari pengejaran,” kata Herman dalam keterangannya.

BACA JUGA  Komisi III DPR Setujui Shayne Pattynama Jadi WNI

Herman bersama rekannya, Ronggo Wirasanu, diketahui berada di Kapal Zapyro sebelum akhirnya dilaporkan ikut ditangkap dalam operasi intersepsi tersebut.

Hingga kini, pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi para WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.(red)