Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Revitalisasi Rp 2,9 Triliun untuk Sekolah Terdampak Bencana

Avatar photo
Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Revitalisasi Rp 2,9 Triliun untuk Sekolah Terdampak Bencana
Kondisi SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang (Foto: Dok. Pemprov Aceh)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat penanganan kerusakan sekolah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hingga saat ini, tercatat 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, pemerintah telah menyalurkan bantuan revitalisasi sekolah dengan total nilai mencapai Rp2,9 triliun.

Data Kemendikdasmen per 25 Mei 2026 menunjukkan sebanyak 3.101 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.033 sekolah telah menerima pencairan dana tahap pertama sebesar 70 persen dengan total nilai sekitar Rp 2 triliun.

Sebagian besar program revitalisasi dilaksanakan secara swakelola oleh sekolah. Tercatat sebanyak 2.834 sekolah menjalankan pembangunan secara mandiri, sedangkan 267 sekolah yang mengalami kerusakan berat atau membutuhkan relokasi ditangani oleh TNI AD.

BACA JUGA  Jelang Nataru 2023, Disdagperin Kota Bekasi Pantau Harga Bahan Pokok

Sementara itu, sebanyak 68 sekolah lainnya masih dalam proses penyaluran bantuan dengan nilai mencapai Rp31,7 miliar.

Kemendikdasmen juga mencatat perkembangan pembangunan di ribuan sekolah yang telah menerima bantuan. Dari 3.033 sekolah penerima dana tahap pertama, sebanyak 28 sekolah telah mencapai progres fisik di atas 70 persen.

Kemudian, 223 sekolah mencatat progres pembangunan antara 51 hingga 70 persen, sebanyak 574 sekolah berada pada kisaran 31 hingga 50 persen, sedangkan 2.208 sekolah masih berada di bawah 30 persen.

Pemerintah menargetkan setidaknya 311 sekolah dapat menyelesaikan proses revitalisasi secara penuh sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Juli mendatang.

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur pendidikan, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang terdampak bencana.

BACA JUGA  Pengurus AMKI Pusat Audiensi dengan Sekjen MPR RI, Jajaki Kolaborasi Strategis

Dari total 59.270 GTK terdampak, sebanyak 52.513 orang telah menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp315 miliar.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan, proses relokasi sekolah juga terus berjalan.

Menurutnya, saat ini terdapat 31 sekolah relokasi yang telah menandatangani PKS dan sedang dalam tahap pembangunan oleh TNI AD.

“Secara keseluruhan masih terdapat 66 sekolah yang harus direlokasi dan belum melakukan PKS karena masih dalam tahap koordinasi penyediaan lahan dengan pemerintah daerah,” ujar Gogot dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).

Kemendikdasmen berharap percepatan revitalisasi dan relokasi sekolah dapat memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan normal serta memberikan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa dan tenaga pendidik di wilayah terdampak bencana.(red)