JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya menjelaskan alasan Oxford United tidak kembali ambil bagian dalam Piala Presiden 2026.
Menurut Erick, panitia sengaja melakukan penyegaran peserta agar turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia tetap menarik sekaligus memberi kesempatan kepada lebih banyak klub luar negeri untuk berpartisipasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam konferensi pers Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Ia menegaskan bahwa komposisi peserta setiap tahun akan terus disesuaikan agar turnamen memiliki daya tarik baru bagi pecinta sepak bola nasional.
“Memang kan Piala Presiden ini harus menarik. Kenapa kita juga improvisasi tahun ini dengan ada klub-klub legendaris dan juga klub-klub dari ini, ya sebagai tontonan yang menariklah,” ujar Erick.
Oxford United menjadi salah satu sorotan pada edisi sebelumnya. Klub Inggris yang saat itu diperkuat dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, menjadi salah satu peserta asing pertama dalam sejarah Piala Presiden bersama Port FC dari Thailand.
Penampilan Oxford United pada Piala Presiden 2025 cukup impresif. Klub tersebut berhasil melangkah hingga babak final setelah melewati persaingan sengit sejak fase grup.
Namun, langkah mereka untuk meraih gelar juara harus terhenti setelah kalah 1-2 dari Port FC yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam.
Keberhasilan menghadirkan Oxford United musim lalu dinilai mampu meningkatkan daya tarik turnamen. Namun, untuk edisi 2026, panitia memilih menghadirkan variasi peserta baru sebagai bagian dari pengembangan kompetisi.
Pada Piala Presiden tahun ini, jumlah peserta juga mengalami peningkatan dari enam menjadi delapan klub.
Sebanyak lima klub Indonesia akan bersaing memperebutkan trofi juara, yakni Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Arema FC.
Sementara itu, tiga slot klub asing diisi oleh juara bertahan Port FC dari Thailand, Tampines Rovers asal Singapura, serta DPMM FC dari Brunei Darussalam yang selama ini berkompetisi di Liga Malaysia.
Erick menjelaskan bahwa kehadiran klub-klub luar negeri bukan sekadar untuk meramaikan turnamen, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding bagi klub Indonesia menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Menurutnya, kesempatan menghadapi tim-tim asing sangat penting sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas sepak bola nasional.
“Nah, ini kesempatan, saya rasa, semua klub yang ada di Indonesia, selain mereka bersaing dengan sejarahnya, dan juga mempersiapkan untuk sampai di titik mana, mereka juga bisa untuk coba bertanding dengan klub-klub dari luar negeri seperti Port FC yang kemarin juara,” kata Erick.
Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Turnamen akan digelar di dua stadion, yakni Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Stadion Si Jalak Harupat menjadi venue pertandingan Grup A yang dihuni Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers.
Sementara itu, Stadion Gelora Bung Tomo menjadi markas Grup B yang diisi Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC.
Pertandingan pembuka akan langsung menyuguhkan duel bergengsi antara Persib Bandung dan Arema FC pada 25 Juli pukul 19.30 WIB di Stadion Si Jalak Harupat.
Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan karena mempertemukan dua klub dengan sejarah besar di sepak bola Indonesia.
Persib datang dengan status juara Liga Indonesia selama tiga musim berturut-turut, sedangkan Arema FC merupakan tim tersukses sepanjang sejarah Piala Presiden dengan koleksi empat gelar juara.
Selain menjadi ajang perebutan trofi, Piala Presiden juga dimanfaatkan klub-klub peserta untuk menguji komposisi pemain, strategi, serta adaptasi pelatih menjelang dimulainya kompetisi resmi musim 2026/2027.
Bagi klub-klub Indonesia, menghadapi lawan dari Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam diharapkan mampu memberikan pengalaman tambahan sekaligus mengukur kesiapan tim sebelum memasuki kompetisi Liga Indonesia.
Panitia optimistis format baru dengan delapan peserta dari empat negara akan membuat Piala Presiden 2026 semakin kompetitif dan menarik perhatian pecinta sepak bola nasional.
Absennya Oxford United memang menjadi perubahan besar dibanding edisi sebelumnya. Namun, kehadiran Tampines Rovers dan DPMM FC diharapkan mampu menghadirkan warna baru sekaligus memperkaya kualitas persaingan dalam turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia tersebut. (09/AGF).










