Perbasi Turunkan Tiga Tim di FIBA 3×3 Batam

Perbasi menurunkan tiga tim, yakni Balige, Waisai, dan Ambon, untuk berlaga di FIBA 3x3 Challengers Batam Stop 2026 dengan mayoritas diperkuat pemain-pemain terbaik IBL Indonesia. (Foto: Perbasi/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) melalui Badan Tim Nasional resmi menurunkan tiga tim untuk berlaga pada FIBA 3×3 Challengers Batam Stop 2026 yang akan berlangsung pada 25–26 Juli 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan daya saing pebasket Indonesia di level internasional.

Tiga tim yang akan mewakili Indonesia menggunakan nama Balige, Waisai, dan Ambon. Masing-masing diperkuat kombinasi pemain-pemain terbaik yang selama ini tampil di Indonesian Basketball League (IBL) serta sejumlah talenta potensial hasil pemantauan Badan Tim Nasional Perbasi.

Keikutsertaan tiga tim sekaligus menunjukkan keseriusan Perbasi dalam mengembangkan basket 3×3 sebagai salah satu disiplin yang memiliki peluang besar mengangkat prestasi Indonesia di pentas dunia.

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan pembentukan kerangka tim nasional menuju agenda internasional berikutnya.

Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, mengatakan seluruh pemain telah dipilih melalui proses pemantauan yang mempertimbangkan kualitas individu, kebutuhan tim, serta kemampuan beradaptasi dengan karakter permainan basket 3×3 yang berbeda dari basket lima lawan lima.

“Kami berharap para pemain bisa mempersiapkan diri dengan baik dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di Batam Stop nanti,” ujar Nirmala Dewi.

BACA JUGA  Cedera, Erling Haaland Absen Bela Timnas Norwegia

Persiapan ketiga tim telah dimulai sejak Senin (6/7/2026) di GBK Arena, Jakarta Pusat. Selama masa pemusatan latihan, para pemain akan difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, chemistry antarpemain, serta strategi khusus yang dibutuhkan dalam pertandingan basket 3×3.

Berbeda dengan basket konvensional, pertandingan 3×3 dimainkan dengan tempo lebih cepat, lapangan yang lebih kecil, serta durasi pertandingan yang singkat.

Karena itu, aspek komunikasi, pengambilan keputusan, hingga efisiensi serangan menjadi faktor yang sangat menentukan hasil pertandingan.

Mayoritas pemain yang dipanggil berasal dari klub-klub peserta IBL Indonesia, sehingga diharapkan telah memiliki pengalaman kompetitif yang cukup untuk menghadapi lawan-lawan internasional.

Pada Tim Waisai, Perbasi mempercayakan pemain-pemain seperti Mohammed Aymane Garudi Arip dan Justin Jaya Wiyanto yang selama ini memperkuat Tangerang Hawks.

Tim tersebut juga diperkuat Richard Cornellius dari Hang Tuah Jakarta, Daffa Dhoifullah dari Pacific Caesar Surabaya, serta Aven Ryan Pratama dari Kesatria Bengawan Solo.

Sementara itu, Tim Balige diperkuat Junior Erick Ibrahim dari Dewa United Banten bersama Aaron Nathanael, Hosea Kenneth Darmawan, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, I Made Duta Wahyundara, serta Hakim Abdul Malik Malano.

Adapun Tim Ambon diperkuat Kevin Moses Eliazer Poetiray dari Kesatria Bengawan Solo, Daniel William Salamena dari RANS Simba Bogor, Nazareth Fralex Ruimassa dari Roter Basketball Ambon, dan Xavier Charles Cannefax.

BACA JUGA  Timnas eBasketball Evaluasi Usai Runner Up eFIBA Asia

Komposisi pemain tersebut diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara pengalaman, kecepatan, kemampuan individu, serta kekuatan fisik yang dibutuhkan dalam pertandingan basket 3×3.

Selain menetapkan pemain, Perbasi juga menunjuk jajaran manajemen dan pelatih untuk masing-masing tim.

Bastian Arief dipercaya menjadi manajer Tim Balige, sedangkan Tim Waisai dipimpin Derry Primasta Octa sebagai manajer. Sementara itu, posisi manajer Tim Ambon diemban Rizky Julian Rifai.

Untuk posisi pelatih kepala, Perbasi menunjuk dua sosok berpengalaman. Nico Donnda Fitzgerald akan menangani Tim Balige dan Tim Waisai, sedangkan Tim Ambon dipimpin Coach Andrey Rido Mahardika.

Penunjukan pelatih yang berbeda dilakukan agar proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif, mengingat ketiga tim akan menghadapi jadwal pertandingan yang padat selama turnamen berlangsung.

FIBA 3×3 Challengers merupakan salah satu rangkaian kompetisi resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) yang menjadi bagian penting dalam sistem peringkat dunia basket 3×3.

Turnamen ini diikuti berbagai tim profesional dari sejumlah negara sehingga menjadi ajang yang tepat bagi pemain Indonesia mengukur kemampuan di level internasional.

Keikutsertaan tiga tim Indonesia juga menjadi kesempatan bagi Perbasi untuk memperluas jam terbang para atlet menghadapi lawan dengan gaya bermain yang beragam.

BACA JUGA  PERBASI Bangkitkan Semangat Korban Banjir Aceh

Pengalaman tersebut dinilai sangat penting dalam membangun fondasi tim nasional yang lebih kompetitif untuk menghadapi agenda internasional mendatang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Perbasi memang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan basket 3×3.

Cabang ini dinilai memiliki peluang besar karena telah menjadi nomor resmi di berbagai multi-event internasional, termasuk Asian Games dan Olimpiade.

Melalui FIBA 3×3 Challengers Batam Stop 2026, Perbasi berharap para pemain mampu menunjukkan perkembangan positif sekaligus membawa nama Indonesia bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.

Turnamen yang digelar di Batam tersebut juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan basket 3×3 nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang terus berkembang dalam olahraga bola basket di kawasan Asia. (09/AGF).