Syahrul Aidi Maazat Kecam Penghadangan UAS, Minta Polisi Lindungi Aktivitas Dakwah

Syahrul Aidi Kecam Penghadangan UAS, Minta Polisi Lindungi Aktivitas Dakwah
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat mengecam penghadangan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Ia meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan terhadap aktivitas dakwah tokoh agama Islam tersebut.

Syahrul Aidi menilai kegiatan dakwah merupakan bagian dari kebebasan beragama yang dijamin oleh negara sehingga tidak semestinya dihalangi.

“Saya mengecam tindakan oknum yang melakukan penghadangan terhadap Ustaz Abdul Somad. Tidak ada alasan apa pun untuk menghalangi kegiatan dakwah yang merupakan bagian dari syiar agama,” kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

BACA JUGA  Surat Terbuka OC Kaligis: Ingatkan Kembali Semangat Sumpah Pemuda hingga UU Cipta Kerja

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh mencoreng semangat hidup berdampingan yang selama ini dijunjung di Indonesia.

“Jangan sampai kejadian ini menjadi citra buruk dalam menjaga toleransi beragama serta aktivitas dakwah para tokoh agama di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Syahrul meminta aparat kepolisian mengambil langkah antisipatif agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Ia berharap aparat dapat menjaga keamanan setiap kegiatan keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya meminta agar pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian, bersikap bijak dan proaktif dalam menyikapi dinamika ini, serta melakukan pencegahan terhadap potensi kejadian yang sama ke depannya. Kita inginkan adanya perlindungan oleh aparat terhadap aktivitas tokoh agama dalam menjaga umat,” katanya.

BACA JUGA  Satgas IDI Pastikan Delmicron Bukan Varian Covid-19

Peristiwa tersebut terjadi saat UAS hendak menghadiri agenda dakwah pada awal Juli 2026.

Kedatangannya sempat diwarnai aksi penolakan dan penghadangan oleh sekelompok orang.

Rombongan UAS juga dilaporkan sempat mengalami blokade sebelum kegiatan tabligh akbar akhirnya tetap dapat dilaksanakan.

Meski sempat diwarnai aksi penolakan, kegiatan tabligh akbar yang menghadirkan UAS tetap berlangsung sesuai jadwal dengan pengamanan dari aparat kepolisian.(red)