Kemarau di Sulsel, BPBD: 50.342 Warga di Enam di Makassar Terdampak Kekeringan

Makassar
FOTO ARSIP - Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis saat turun langsung membagikan air bersih kepada masyarakat wilayah Utara Kota Makassar yang terdampak kekeringan akibat kemarau di Makassar, Sulsel, Rabu (25/9/2024). FOTO: HO-Pemkot Makassar

MAKASSAR-SULSEL, SUDUTPANDANG.ID – Memasuki musim kemarau pada 2026 ini, sebanyak 50.342 warga yang tersebar di enam kecamatan dari total 15 kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berpotensi mengalami dampak kekeringan, demikian dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar di Makassar, Sabtu (11/7/2026) memberikan penjelasan tersebut.

“Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Makassar, terdapat sekitar lima puluh ribuan jiwa yang berpotensi terdampak bencana kekeringan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, diperkirakan sejumlah warga mulai merasakan dampak secara langsung kekeringan, terutama mereka yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih.

Menurut dia drdasarkan hasil kajian cepat, terdapat 173 titik lokasi terdampak kekeringan tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Ujung Tanah dengan lima kelurahan terdampak di 17 titik.

BACA JUGA  Inovasi “Saksi Prima” Kejati Sulsel Raih Penghargaan Nasional dari LPSK

Kemudian Kecamatan Tallo dengan empat kelurahan di 36 titik. Lalu Kecamatan Biringkanaya dengan empat kelurahan di 58 titik.

Lalu, disusul Kecamatan Tamalanrea dengan enam kelurahan dengan 27 titik, Kecamatan Panakukang dengan 6 titik, dan Kecamatan Manggala dengan empat kelurahan di 29 titik. Total terdampak sebanyak 27 kelurahan. Dari jumlah itu 12.717 rumah tinggal dengan 50.342 jiwa dari 14.564 Kepala Keluarga (KK) mulai merasakan kekeringan.

Menanggapi hal tersebut pihaknya melakukan intervensi penanganan dengan prioritas untuk masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah, karena kelompok inilah yang mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan.

Upaya yang kini dilakukan menyiapkan armada mobil bak terbuka empat unit, penyediaan 57 tandon air dan empat pompa mesin air, serta 180 personel diturunkan membantu warga.

BACA JUGA  Juara Liga TopSkore, M. Azka Nurdiansyah Harumkan SMPN 4 Pasuruan

Sementara wilayah yang masih memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman dan belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih.

Meski demikian, kata dia, kondisi tersebut terus dipantau secara intensif. Berdasarkan perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku, cadangan air PDAM diperkirakan akan terus mengalami penurunan.

“Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan. Untuk itu langkah antisipatif dan kesiapsiagaan terus kami lakukan untuk menghindari meluasnya dampak kekeringan terhadap masyarakat,” demikian Fadli Tahar. (Red/Ant/02)