ASAHAN – SUMUT | SUDUTPANDANG.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan bersama Pemerintah Kabupaten Asahan menyalurkan bantuan sosial kepada anak yatim dan lanjut usia (lansia).
Kegiatan tersebut dikemas melalui Bhakti Sosial Keagamaan yang digelar pada Rabu (12/8/2026).
Kegiatan sosial ini dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Ny. Yusnila Indriati Taufik bersama jajaran organisasi perempuan dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Asahan.
Rombongan menyambangi tiga lokasi untuk menyerahkan bantuan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran kegiatan yakni Panti Asuhan Al Maksum Kisaran, Sekolah MDA Perguruan Anak Yatim Kisaran, dan Panti Jompo Buddhist Yayasan Sinar Kasih Abadi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten Asahan, Asisten Setdakab Asahan, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Dinas Sosial, serta perwakilan Bhayangkari, Persit dan Dharma Wanita.

Penyaluran bantuan sosial ini menjadi bagian dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Asahan bersama organisasi perempuan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Anak yatim serta lansia menjadi sasaran kegiatan karena membutuhkan perhatian, kepedulian, dan dukungan dari berbagai pihak.
Mewakili Bupati Asahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Asahan Edi Sukmana, S.H., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam mewujudkan Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan.
Menurut Edi, kegiatan sosial tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian bantuan dalam bentuk materi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Pemkab Asahan tidak hanya menyerahkan bantuan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta berbagai unsur masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjalankan kegiatan sosial.
Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Asahan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Bhakti Sosial Keagamaan tersebut.
Keterlibatan berbagai organisasi dinilai menunjukkan adanya semangat bersama untuk membangun kepedulian sosial di daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Ny. Yusnila Indriati Taufik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Yusnila berharap kegiatan sosial semacam itu tidak berhenti pada momentum tertentu, tetapi dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai kemanusiaan sekaligus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Selain berbagi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memberikan kasih sayang kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo tersebut juga menjadi ruang bagi jajaran TP PKK dan Pemkab Asahan untuk melihat secara langsung kondisi penerima manfaat.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.
Bantuan sosial Asahan yang disalurkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kepedulian terhadap anak yatim, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Seluruh rangkaian Bhakti Sosial Keagamaan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara TP PKK, Pemkab Asahan, organisasi perempuan, dan berbagai unsur masyarakat dalam menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (MA/09)










