ANKARA, SUDUTANDANG.ID – Kepala otoritas Israel, Benjamin Netanyahu berupaya memanfaatkan kekacauan dan konflik baru di kawasan untuk menyingkirkan isu Palestina dari agenda global dan internasional, demikian ditegaskan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Menurut laporan Kantor Berita Sputnik dan RIA Novosti, anak perusahaan Kantor Berita Pemerintah Rusia, Rossiya Segodnya dari Ankara, yang dikutip di Jakarta, Kamis (13/8/2026) disebutkan, pada Rabu (12/8) Erdogan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ankara.
“Tujuan pemerintah Netanyahu yakni memanfaatkan kekacauan dan konflik baru di kawasan untuk mengeluarkan Palestina dari agenda kemanusiaan bersama,” kata Erdogan usai pertemuan tersebut, sebagaimana dikutip kantor presiden.
Ia menambahkan bahwa bagaimanapun juga Israel tidak akan mencapai tujuannya, sementara isu Palestina akan terus menjadi prioritas.
Turki berdiri teguh bersama Palestina dalam perjuangan mereka melawan serangan, pelanggaran, dan provokasi yang menargetkan situs-situs suci di wilayah Palestina, termasuk Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan Masjid Ibrahimi di Hebron.
“Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak akan berhasil. Semakin keras mereka berusaha menghancurkan, semakin kuat juga perjuangan Palestina yang tumbuh di hati masyarakat,” kata presiden Turki tersebut.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan tindakan Israel di kawasan mendorong Timur Tengah menuju konflik bernuansa agama.
Hal itu disampaikan Safadi pada pertemuan tingkat menteri yang dihadiri negara-negara Arab dan Muslim untuk mendukung Yerusalem dan situs-situs sucinya. (Red/Ant/Sputnik/RIA Novosti/02)






