PROBOLINGGO-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0820/Probolinggo Mayor CAJ Aminudin Abadi bersama para perwira dan Danramil jajaran mengikuti zoom meeting/video conference (vidcon) peluncuran 2.500 Jembatan Garuda Merah Putih dan 3.000 titik air bersih bersama komando atas, Jumat (14/8/2026).
Kasdim 0820/Probolinggo mengatakan, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Adapun kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi sosial serta memperkuat hubungan baik antara Kodim 0820/Probolinggo dengan pemerintah daerah serta komunitas masyarakat di wilayah binaan,” kata Aminudin.
Menurut Kasdim, TNI Angkatan Darat tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program teritorial.
Ia mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan masyarakat.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung kegiatan perekonomian.
“Kami berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat besar bagi warga, memperlancar aktivitas sehari-hari serta mendorong kemajuan perekonomian di wilayah tersebut,” harapnya.
Aminudin menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak warga turut menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kodim 0820/Probolinggo akan terus mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, Aminudin menyoroti program penyediaan 3.000 titik sumber air bersih yang diluncurkan secara nasional pada Agustus 2026.
Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, termasuk daerah pelosok, berbatu, kepulauan, serta wilayah yang rawan bencana dan kekeringan.
Menurut Kasdim, penyediaan sumber air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat sehari-hari, sekaligus mendukung fasilitas umum serta kebutuhan pengairan warga.
“Tujuan dan sasarannya yakni memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi harian warga, menjangkau wilayah sulit air seperti daerah berbatu dan kepulauan, membantu daerah rawan bencana dan kekeringan, serta mendukung fasilitas umum dan pengairan warga,” ujarnya.(ACZ)










