JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) membuka Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk memudahkan pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Posko tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah dan badan usaha milik negara untuk mengoordinasikan penerimaan serta pengiriman bantuan kemanusiaan melalui jalur laut menggunakan kapal PELNI.
Keberadaan posko juga memperkuat fungsi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai simpul pergerakan logistik, termasuk dalam mendukung penanganan bencana. Pelindo menyiapkan fasilitas dan layanan kepelabuhanan untuk mendukung proses penerimaan hingga pergerakan bantuan.
Sementara itu, barang bantuan yang diangkut menggunakan kapal penumpang PELNI mendapatkan pembebasan tarif muatan sebesar 100 persen.
Plh. Kepala KSOP Kelas Utama Tanjung Priok Kurniawan mengatakan, pemerintah bersama PELNI dan Pelindo berkomitmen memastikan proses pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT berjalan lancar.
“Pemerintah memberikan dukungan penuh agar program bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di NTT dapat berjalan dengan baik. Pemberian potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang PELNI merupakan bentuk dukungan dalam situasi khusus seperti bencana,” ujar Kurniawan dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (27/8/2026).
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, Posko Bersama dibentuk untuk memudahkan berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan melalui jalur yang terkoordinasi.
“Pelindo bersama KSOP dan PELNI menyiapkan Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bentuk kolaborasi untuk mendukung percepatan penanganan bencana di NTT,” kata Yandri.
Menurut Yandri, instansi, lembaga, maupun komunitas yang ingin memberikan bantuan dapat memanfaatkan posko Kemenhub, PELNI dan Pelindo tersebut. Pelindo akan mendukung kelancaran proses penerimaan hingga pengiriman bantuan melalui fasilitas dan layanan kepelabuhanan yang tersedia.
“Kami mengajak instansi, lembaga, maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan untuk memanfaatkan posko ini,” ujarnya.
Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kemenhub, atas dukungan terhadap program pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan Kementerian Perhubungan RI yang telah memberikan penugasan melalui pembebasan tarif muatan barang ini untuk meringankan penderitaan para korban bencana di NTT,” ujar Ardiansyah.
Ia juga mengapresiasi berbagai instansi dan lembaga yang telah mempercayakan pengiriman bantuan melalui kapal PELNI.
Ardiansyah mengajak instansi dan lembaga yang ingin memanfaatkan fasilitas pengiriman bantuan tanpa tarif muatan untuk menyerahkan bantuan melalui Posko Bersama yang berada di Terminal Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
KM Tidar Menuju Maumere
Kapal PELNI berikutnya yang dijadwalkan menuju Maumere dari Pelabuhan Tanjung Priok adalah KM Tidar pada 29 Agustus 2026. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Maumere pada 2 September 2026.
Instansi dan lembaga yang hendak mengirimkan bantuan melalui kapal tersebut dapat menyerahkan barang bantuan ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan.
Kolaborasi Kemenhub, KSOP, PELNI, Pelindo, serta berbagai instansi dan lembaga tersebut diharapkan memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Melalui konektivitas laut yang dimiliki PELNI dan dukungan fasilitas kepelabuhanan Pelindo, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara lebih terkoordinasi kepada masyarakat yang membutuhkan.(um/01)











