JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Ia menyatakan memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai Menag.
Staf Khusus Menag Gugun Gumilar menyatakan bahwa Nasaruddin Umar saat ini berkonsentrasi menjalankan tugas di Kementerian Agama (Kemenag).
“Beliau konsentrasi fokus kerja di Kemenag,” kata Gugun, Kamis (27/8/2026).
Pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 merupakan salah satu agenda Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Muktamar Ke-35 NU resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis sore. Sejumlah tokoh dan menteri turut menghadiri pembukaan muktamar tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan penghormatan terhadap jasa para ulama, kiai, dan pesantren dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Prabowo menyoroti peran ulama dan pesantren dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, khususnya dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945.
Menurut Prabowo, kemerdekaan Indonesia memang diproklamasikan Soekarno dan Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. Namun, kemerdekaan tersebut kemudian diuji melalui pertempuran sengit di Surabaya.
“Peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran daripada pesantren sangat besar,” kata Prabowo dalam pidatonya dilansir dari kanal resmi Muktamar Ke-35 NU.
Prabowo kemudian menyampaikan istilah “Jas Hijau” sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama. Istilah tersebut dianalogikan dengan semboyan “Jasmerah” yang mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah.
“Jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” ujar Prabowo.
Muktamar Ke-35 NU menjadi forum organisasi untuk membahas sejumlah agenda, termasuk pemilihan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.(red)











