Koramil Dampingi Petani Tanam Padi di Probolinggo

Anggota Koramil jajaran Kodim 0820/Probolinggo mendampingi petani dalam proses penanaman padi di wilayah Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. (Foto: IST/SP).

PROBOLINGGO, SUDUTPANDANG.ID – Kodim 0820/Probolinggo melalui jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) terus memperkuat pendampingan kepada petani sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pendampingan dilakukan dengan menyasar sejumlah tahapan budidaya tanaman padi, mulai dari pengolahan lahan, proses tanam hingga perawatan tanaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan anggota Koramil jajaran di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Salah satu kegiatan pendampingan dilakukan anggota Koramil 0820-23/Gading, Serma Sutrisno, di lahan pertanian milik Ali (45), warga Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Pada waktu yang sama, Serda Sahrul juga melakukan pendampingan kepada petani Eko (55) di lahan pertanian yang berada di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanaman padi berjalan dengan baik sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar tetap menjaga produktivitas pertanian di wilayahnya.

Serma Sutrisno mengatakan, proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman menjadi bagian penting yang dapat menentukan hasil produksi pertanian. Karena itu, pendampingan dilakukan sejak tahapan awal.

“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa memengaruhi hasil dari pertanian. Berangkat dari hal tersebut, kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” kata Serma Sutrisno.

BACA JUGA  Kodim 0820/Probolinggo Ikuti Zoom Meeting Launching 2.500 Jembatan Garuda Merah Putih dan 3.000 Titik Air Bersih

Menurutnya, keterlibatan aparat kewilayahan dalam mendampingi petani merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan.

Pendampingan di lapangan juga diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai kendala selama proses budidaya.

Serma Sutrisno menjelaskan, ketahanan pangan nasional tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup, aman dan bergizi.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, berbagai aspek perlu diperhatikan, termasuk infrastruktur pertanian.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan bendungan, modernisasi sistem irigasi serta menjaga kebersihan saluran air.

Selain itu, pengelolaan kebijakan pangan, termasuk pengendalian impor dan ekspor serta penguatan infrastruktur, juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan nasional penting karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan cakupan geografis yang luas,” ujarnya.

Ia menyebut terdapat sejumlah komponen penting dalam ketahanan pangan nasional. Komponen tersebut meliputi ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas masyarakat terhadap pangan serta pemanfaatan pangan.

BACA JUGA  Kodim 0801/Pacitan dan Bulog Bersinergi Kawal Program Sergab

Dalam konteks tersebut, sumber daya pertanian, mulai dari penyuluh hingga petani, dinilai harus bergerak bersama untuk menjaga produktivitas pangan.

Upaya tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produksi pertanian.

“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi, baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Serma Sutrisno mengatakan pemerintah pusat bersama TNI telah menerapkan pendekatan secara menyeluruh dalam mendukung ketahanan pangan.

Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan produksi, tetapi mencakup proses dari hulu hingga hilir.

Pendekatan tersebut antara lain mencakup penyiapan lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman hingga pengolahan hasil pertanian.

Dengan pendampingan secara berkelanjutan, petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekaligus hasil produksi.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah, penyuluh pertanian dan petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA  Warga Desa Brabe Dukung Penuh Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Program TMMD Ke-128 Kodim 0820/Probolinggo

Pendampingan Koramil jajaran Kodim 0820/Probolinggo terhadap petani tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dari tingkat daerah.

Kehadiran aparat di tengah petani diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan.

Dengan pendampingan yang dilakukan sejak proses awal budidaya, program ketahanan pangan diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian di Kabupaten Probolinggo. (ACZ/09)