JAKARTA SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak generasi muda, khususnya organisasi kepemudaan, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP Hikmahbudhi) periode 2026-2028 di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Erick menegaskan, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang berperan mengawal pembangunan sekaligus mendorong kemajuan Indonesia di berbagai sektor.
Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu menjadi wadah untuk melahirkan generasi yang memiliki kapasitas, semangat kebersamaan, serta kemampuan menghadapi tantangan pembangunan.
“Generasi muda harus menjadi agen perubahan, baik itu untuk sektor ekonomi dengan penuh kesatuan, dan lainnya,” ujar Erick.

Menpora juga menekankan pentingnya memperluas kesempatan bagi pemuda untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja. Kemenpora, kata dia, berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program pengembangan kepemudaan.
Salah satu upaya yang didorong adalah penguatan program magang lintas kementerian serta pemberian beasiswa untuk mendukung peningkatan kualitas SDM.
Erick berharap berbagai program tersebut dapat membantu menciptakan generasi muda yang memiliki keterampilan dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun sektor pembangunan lainnya.
“Kita harus melahirkan SDM yang siap mendorong pertumbuhan di segala sektor,” tegasnya.
Selain pengembangan kompetensi, Erick mengingatkan pengurus baru PP Hikmahbudhi agar menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Ia menilai, kepemimpinan organisasi kepemudaan harus mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks, termasuk dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang berpotensi memengaruhi masa depan Indonesia.
Karena itu, Erick mendorong Hikmahbudhi untuk memperkuat persatuan, membangun kolaborasi, serta mengambil peran nyata dalam mendukung kemajuan bangsa.
“Mari bergerak untuk kemajuan Indonesia, jadikan kebersamaan ini sebagai kekuatan untuk membawa perubahan nyata,” kata Erick.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua Umum PP Hikmahbudhi Agustina menyebut pelantikan kepengurusan periode 2026-2028 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Ia menegaskan, jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi atau kedudukan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
Agustina juga menilai kepemimpinannya menjadi bagian penting dari perjuangan kesetaraan gender di lingkungan organisasi.
“Kita dilantik bukan untuk mendapatkan kedudukan, melainkan untuk tanggung jawab. Kita diberikan amanah bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Hari ini kita tidak sedang memperebutkan kursi, melainkan memikul amanah,” pungkas Agustina.
Pelantikan PP Hikmahbudhi periode 2026-2028 diharapkan menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat peran mahasiswa Buddhis dalam pembangunan nasional, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.(AGF/04)











