Berita  

Aksi Pendekar Cilik Saat Perayaan Cap Go Meh Krendang Raya

Pencak Silat
Murid-murid Perguruan Pencak Silat Putra Lugas Maung Lugay beraksi saat Festival Cap Go Meh Krendang Raya, Minggu (9/2/2020)/ist

Jakarta,SudutPandang.id-Murid-murid Perguruan Pencak Silat Putra Lugas Maung Lugay (Prabu Siliwangi) menunjukkan kebolehannya memainkan rangkaian jurus saat acara Festival Cap Go Meh yang digelar Yayasan Rumah Kebangsaan Indonesia (YRKI) Tambora di Jalan Krendang Raya Tambora Jakarta Barat, Minggu (9/2/2020).

Seperti layaknya pendekar, anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan SMP ini, dengan penuh percaya diri juga memperagakan mempertahankan diri dari musuh yang menyerang.

IMG-20220125-WA0002

“Pencak Silat merupakan seni bela diri asli Indonesia, sehingga harus dilestarikan dengan mengajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Kehadiran kami di sini untuk memeriahkan Festival Cap Go Meh Krendang Raya yang menampilkan budaya bangsa, salah satunya seni bela diri Pencak Silat,” ujar Pelatih Pencak Silat Putra Lugas Maung Lugay, SB Yanto, kepada SudutPandang.id.

“Mereka berlatih seminggu 3 kali pada malam hari. Jumlah murid yang belajar pencak silat saat ini sudah mencapai 70 orang yang terdiri dari anak-anak, remaja dan dewasa,” sambungnya.

Pencak Silat
Murid-murid Perguruan Pencak Silat Putra Lugas Maung Lugay beraksi saat Festival Cap Go Meh Krendang Raya, Minggu (9/2/2020)/ist

Awalnya, kata dia, dirinya mengaku prihatin melihat anak-anak bermain bola di jalanan, bukan pada tempatnya. Tutur kata mereka juga kurang enak didengar yang tidak pantas diucapkan seusia mereka.

“Mereka kami himpun dalam suatu wadah yang namanya Pencak Silat Maung Lugay agar mereka bisa kita bimbing sejak usia dini,” katanya.

Pencak Silat
Muri-murid Perguruan Pencak Silat Putra Lugas Maung Lugas bersama pelatih usai beraksi dalam acara Festival Cap Go Meh Krendang Raya/ist

Tampilnya seni bela diri Pancak Silat ini sejalan dengan tujuan YRKI merayakan Cap Go Meh 2571, yaitu melestarikan kebudayaan Indonesia.

“Melalui perayaan Cap Go Meh Krendang Raya ini, kami ingin menunjukkan kita semua dapat bersatu, bukan hanya Tionghoa saja, tapi semua adat dan budaya Indonesia ada di sini. Selain Tatung, kita bisa saksikan ada pertunjukkan Pencak Silat,” kata Ketua Umum YRKI Tambora, Phang Mui Jun.

“Mari kita lestarikan tradisi dna budaya. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi,” tambah pemilik Toko Kalimantan dan Biro Perjalanan Wisata Ajun Tunas Jaya Tour ini.

Bagi YRKI Tambora, Festival Cap Go Meh yang populer disebut “Krendang Rasa Singkawang ini, bukan pertama kali digelar. Festival budaya ini juga menjadi obat rindu bagi para perantau asal Singkawang Kalimantan Barat yang tidak pulang.

Ketua Umum YRKI Tambora
Ketua Umum YRKI Tambora Phang Mui Jun (kanan) dan Anggota DPR-RI Darmadi Durianto (kiri)/ist

Setiap tahunannya, masyarakat yang selalu memadati sepanjang Jalan Krendang Raya untuk menyaksikan rangkaian acara Cap Go Meh. Salah satunya melihat atraksi ekstrem para Tatung yang berdiri di atas tandu beralaskan senjata tajam.

Turut hadir Cap Go Meh Krendang ini, antara lain anggota DPR-RI Darmadi Durianto, Danramil Tambora Kapten (Inf) Arja Suarja, Babikatibmas Polsek Tambora Aiptu Suparno dan beberapa Ketua Perkumpulan Masyarakat asal Kalimantan Barat serta para tokoh lainnya.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.