Awkarin Panik Kasurnya Bergoyang Saat Gempa Guncang Lombok

Awkarin
Selebgram Awkarin (Foto: Net)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Selebgram Karin Novilda atau Awkarin mengalami momen menegangkan saat tengah menikmati liburan di Lombok. Ia merasakan getaran gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Getaran tersebut bahkan membuat Awkarin terbangun dari tidurnya. Pengalaman itu kemudian dibagikannya melalui Instagram Story. Awkarin mengaku dirinya termasuk orang yang mudah terbangun ketika tidur. Saat terbangun, Awkarin awalnya mengira ada seseorang yang mengetuk pintu kamar tempatnya menginap.

Namun, ia kemudian menyadari bahwa suara dan gerakan yang dirasakan bukan berasal dari pintu, melainkan tempat tidurnya yang ikut bergoyang akibat getaran gempa.

“Gue tuh gampang banget kebangun kan, walaupun gue semabok apapun tadi malem, gue tadi kebangun gegara bed gue bergerak. Jadi akhirnya gue bangun. Gue pikir ada yang ngetok kamar gue, ternyata bukan getokan tapi kasur gue goyang,” ujar Awkarin dikutip dalam Instagram Story-nya.

BACA JUGA  Pemkab Asahan Perkuat Program Nasional Tiga Juta Rumah

Posisi kamar Awkarin yang berada di lantai atas membuat getaran gempa terasa cukup kuat. Situasi tersebut membuatnya memilih tidak bertahan di dalam kamar.

Ia kemudian turun ke lantai bawah dan mencari area yang lebih luas untuk menunggu sampai situasi kembali aman. Keputusan tersebut diambil karena ia merasa lebih tenang berada di tempat terbuka setelah merasakan guncangan gempa.

Pengalaman tersebut membuat Awkarin cukup panik. Terlebih, ia pernah terlibat sebagai relawan dalam kegiatan yang berkaitan dengan gempa dan tsunami. Pengalaman sebagai relawan membuat Awkarin memahami bahwa gempa bumi merupakan bencana yang tidak boleh dianggap remeh.

Karena itu, ketika merasakan getaran saat berada di Lombok, ia memilih meningkatkan kewaspadaan dan mencari lokasi yang dinilai lebih aman.

BACA JUGA  BPJS Kesehatan Anjurkan Dokter di Kediri Buka Praktik di Pinggiran Kota

Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi Awkarin untuk selalu memperhatikan kondisi sekitar ketika berada di wilayah yang berpotensi mengalami bencana alam.

Dirinya yang awalnya tengah menikmati suasana liburan di Lombok harus menghadapi pengalaman tidak terduga tersebut. Setelah merasakan gempa, ia memilih berada di area yang lebih luas hingga getaran berakhir dan situasi dirasa kembali aman.

Meski sempat panik, pengalaman itu membuat ia kembali menyadari pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama ketika sedang berada di daerah yang rawan gempa.(04)