BKMG Soal Fenomena Hujan Deras ‘Air Terjun dari Langit’ di Bekasi

BEKASI, SUDUTPANDANG.ID –Fenomena alam hujan begitu deras pada wilayah lokal di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial (medsos). Fenomena itu disebut-sebut dengan istilah ‘microburst’.

Dalam video yang beredar, tampak air seperti turun begitu deras di satu titik. Derasnya hujan yang turun tersebut tetap tampak jelas meski di sekeliling daerahnya juga turun hujan.

IMG-20220125-WA0002

Tampak air seperti ‘tumpah’ berkali-kali di lokasi tersebut. Pepohonan di lokasi juga bergoyang-goyang karena diduga derasnya hujan yang turun disertai angin kencang

Seseorang yang ada di lokasi melihat fenomena tersebut seperti ‘air terjun dari langit’. Dia terdengar seperti heran atas fenomena tersebut.

“Ini air terjun yang nggak jelas dari langit ini, ini air mancurnya cuma di situ aja, ini di Stadion Wibawa Mukti nih. Ini langsung dari langit ini air terjunnya,” ucap seorang pria yang diduga merekam peristiwa tersebut seperti terdengar dalam video

BACA JUGA  Puspa Dilindungi "Rafflesia arnoldii R.Br" Mekar Pertama Kali di Luar Habitat

Sementara Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, mengatakan microburst merupakan fenomena downburst dalam skala lebih kecil.

“Microburst itu fenomena lebih kecil dari downburst, fenomenanya identik,” kata Miming saat dimintai tanggapan, Rabu (9/11).

Hal senada juga disampaikan Senior Forecaster BMKG, Reifda Novikarany, mengatakan, dalam istilah meteorologi, downburst adalah sistem angin kencang secara vertikal ke bawah dan terjadi dalam waktu yang singkat yang timbul dari sistem awan jenis kumulonimbus dan menyebar ketika sampai di permukaan tanah.

“Downburst memiliki daya rusak yang tinggi, karena terjadi dengan kecepatan yang tinggi dalam durasi yang singkat dan biasanya disertai dengan hujan, sehingga ketika terjadi di wilayah pemukiman dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur,” kata Reifda.

BACA JUGA  BMKG: Curah Hujan di Indonesia Masuk Tiga Besar Dunia

Dia mengatakan fenomena downburst berbeda dengan angin puting beliung meskipun sama-sama timbul dari awan jenis kumulonimbus dan sama-sama merusak. Dia menjelaskan bentuk fenomena keduanya berbeda

“Kalau puting beliung bentuknya memutar seperti spiral atau belalai yang turun dari awan ke permukaan, sedangkan downburst bentuknya lebih menyebar dan embusan anginnya kencang secara vertikal dari dasar awan,” katanya

Dia mengatakan fenomena downburst cukup sulit dideteksi dan diprediksi, seperti halnya puting beliung, karena fenomenanya terjadi dalam skala waktu yang singkat hingga dalam satuan beberapa menit saja. Selain itu, fenomena ini sulit diprediksi dengan pasti lokasi kejadian dan waktu kejadian karena sifat kejadiannya yang lokal.

BACA JUGA  Keren, Tukang Kopi Keliling Layani Pembayaran Pakai Debit

“Akan tetapi, kewaspadaan untuk kejadian cuaca ekstrem, termasuk downburst atau puting beliung dan cuaca ekstrem sejenisnya, perlu ditingkatkan, terutama ketika mendapati adanya pertumbuhan awan yang sudah berwarna gelap dan menjulang tinggi, karena jenis awan tersebut dapat dipastikan jenis kumulonimbus yang biasanya dapat menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir bahan bisa menimbulkan angin kencang/puting beliung/downburst,” urainya.(04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *