JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Perum Bulog memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, mulai dari Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan selama periode tersebut.
“Kami bersiap menghadapi momentum HBKN seperti puasa dan Idulfitri, Tahun Baru Imlek, serta Hari Raya Nyepi 2026. Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman dan cukup,” ujar Andi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 3,4 juta ton, didukung ketersediaan komoditas pangan lain seperti minyak goreng dan gula.
Menurut Andi, Bulog memperkuat sinergi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat.
Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode HBKN, sekaligus menekan potensi gejolak inflasi pangan.
Bulog juga menegaskan perannya sebagai operator logistik pangan nasional yang tidak hanya menjaga cadangan pemerintah, tetapi aktif melakukan intervensi pasar guna memastikan harga tetap terjangkau.
Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional
Bulog turut terlibat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang dikoordinasikan Bapanas sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang HBKN 2026.
Program tersebut dilaksanakan secara masif di 1.218 lokasi di seluruh Indonesia, melibatkan kantor wilayah dan kantor cabang Bulog, serta bekerja sama dengan pemerintah pusat, 38 provinsi, dan 497 kabupaten/kota.
Melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Gerakan Pangan Murah, Bulog menyalurkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan tenang.
“Melalui program SPHP dan Gerakan Pangan Murah, kami terus menggelontorkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan tenang,” kata Andi.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan.
Ia menyebutkan arahan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan pangan berpihak kepada masyarakat.
“Kita jaga harga pangan di bulan suci Ramadan ini,” ujar Amran.(PR/01)










