Dinamika Internal KSM H2U Berakhir Musyawarah, SOP Pengiriman Rongsokan Kini Gunakan Sistem Gotong Royong

Musyawarah pengurus KSM Harmoni Dua Unggul (H2U) di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, menghasilkan keputusan baru terkait SOP pengiriman barang rongsokan. (Foto: ist)
Musyawarah pengurus KSM Harmoni Dua Unggul (H2U) di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, menghasilkan keputusan baru terkait SOP pengiriman barang rongsokan. (Foto: ist)

PASURUAN — JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Dinamika internal sempat terjadi di tubuh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Harmoni Dua Unggul (H2U) di Perum Kraton Harmoni Lingkungan RT002 RW011 Desa Bendungan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, terkait mekanisme pengiriman barang rongsokan ke pengepul.

Perbedaan pandangan itu muncul setelah adanya inisiasi dari Sekretaris KSM H2U, Lalang Safurdiantoni, mengenai penerapan biaya bongkar muat dalam proses pengiriman hasil bank sampah.

Salah satu pengurus KSM menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan tersebut. Menurutnya, kebijakan biaya bongkar muat dikhawatirkan dapat menimbulkan tambahan beban operasional serta memicu perbedaan persepsi di kalangan anggota.

Menyikapi hal itu, seluruh jajaran pengurus KSM H2U kemudian menggelar musyawarah mufakat guna mencari solusi terbaik dengan mengedepankan asas kebersamaan dan kekeluargaan. Kamis (13/5/26)

BACA JUGA  Menyulam Harapan di Usia Senja, Rumah Ibu Sayani Mulai Berdiri Lewat Sentuhan TMMD

Dari hasil pembahasan bersama, seluruh anggota pengurus akhirnya sepakat melakukan perubahan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengiriman barang rongsokan. Dalam keputusan terbaru, proses bongkar muat tidak lagi menggunakan biaya khusus, melainkan dilakukan secara gotong royong oleh pengurus dan anggota KSM.

Keputusan tersebut disambut positif karena dinilai mampu menjaga kekompakan internal organisasi sekaligus memperkuat semangat sosial yang selama ini menjadi dasar kegiatan KSM H2U dalam pengelolaan lingkungan dan bank sampah masyarakat.

“Kami ingin semua kegiatan berjalan transparan, adil, dan tetap mengutamakan kebersamaan. Semangat gotong royong harus menjadi prioritas agar organisasi tetap solid,” ujar Yudi salah satu pengurus KSM H2U saat musyawarah berlangsung.

BACA JUGA  Sinergi TNI dan Petani: Serka Junaedi Dampingi Monitoring Bibit Padi di Karangwaru

Dengan adanya kesepakatan baru ini, KSM Harmoni Dua Unggul berharap kegiatan pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berkembang serta menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar dalam membangun budaya peduli sampah berbasis partisipasi warga. (ACZ)