JAKARTA, SUDUT PANDANG.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada awal perdagangan Senin (3/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS berada di posisi Rp 16.645 atau naik tipis sekitar 0,08 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 16.631 per dolar AS.
Sepanjang sesi pembukaan, mata uang Paman Sam bergerak stabil di kisaran Rp 16.635 hingga Rp 16.645. Penguatan ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih melihat dolar sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global dan belum meredanya kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Meski menguat terhadap rupiah, pergerakan dolar AS terhadap mata uang dunia menunjukkan dinamika yang beragam. Dolar tercatat melemah terhadap euro dan poundsterling, namun menguat terhadap yen Jepang, dolar Australia, serta dolar Kanada.
Situasi ini mencerminkan bahwa pelaku pasar global masih menyesuaikan posisi setelah mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan proyeksi suku bunga jangka pendek.
Data Reuters mencatat nilai dolar terhadap rupiah berada di angka Rp 16.625, relatif stagnan. Perbedaan angka dengan Bloomberg terjadi karena perbedaan waktu pencatatan transaksi di pasar keuangan internasional.
Penguatan dolar AS juga dipicu oleh arus modal asing yang masih keluar dari pasar keuangan Indonesia. Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah semakin terasa karena minimnya sentimen positif dari pasar saham domestik serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.
Kondisi ini diperparah oleh fluktuasi harga komoditas dan berkurangnya cadangan devisa di sejumlah negara berkembang.
Sejumlah analis menilai bahwa Bank Indonesia kemungkinan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas rupiah sambil melakukan intervensi di pasar valas.
Namun, selama sentimen global belum mereda dan kebijakan The Fed masih hawkish, tekanan terhadap mata uang domestik diyakini belum akan hilang sepenuhnya.(01)









