DPR Minta PLN Meningkatkan Tata Kelola dan Infrastruktur Kelistrikan

Kunker Spesifik Komisi VII DPR ke PLTU Tarahan Lampung/Ist

Jakarta, Sudut Pandang-Anggota Komisi VII DPR-RI dari FPKS Mulyanto meminta PT PLN (Persero) meningkatkan tata kelola dan infrastruktur kelistrikan agar mampu melayani masyarakat secara maksimal.

“Sejauh ini kinerja PLN sudah cukup baik, namun jangan cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih sekarang. PLN harus mampu mengikuti perkembangan teknologi kelistrikan agar setiap kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan tepat dan cepat,” ujar Mulyanto dalam keterangan pers nya di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

IMG-20220125-WA0002

Saat kunjungan kerja spesifik bersama rombongan Komisi VII DPR-RI ke PLTU Tarahan Lampung, Jumat (22/11/2019) kemarin, Mulyanto juga mengingatkan perusahaan BUMN itu untuk lebih cermat mengawasi kondisi saluran listrik ke tempat-tempat pelanggan.

“Jangan sampai peristiwa mati listrik total (blackout) di sebagian besar wilayah Jawa-Bali beberapa waktu lalu terulang di wilayah Sumatera,” katanya.

Menurut Mulyanto, seluruh jajaran PLN harus siap mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan pelayanan. Karena jika terjadi sesuatu terhadap pasokan listrik ke masyarakat akan berdampak terhadap aktivitas bisnis dan rumah tangga.

“Masa karena satu pohon sengon layanan listrik se-Jawa-Bali terganggu, ke depan PLN harus lebih profesional agar kejadian kecil yang berdampak besar seperti ini dapat diantisipasi,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Mulyanto mengapresiasi kinerja PLN, khususnya wilayah Sumatera, yang mampu memproduksi listrik lebih dari yang diperlukan, yakni mencapai 12% dari total kebutuhan listrik di pulau itu.

“Itu sebabnya PLN wilayah Sumatera berencana mengekspor listrik ke negara tetangga Malaysia pada tahun 2024. Untuk mencapai tujuan tersebut harus melakukan berbagai studi kelayakan, baik secara teknis maupun bisnis,” katanya.

“Kita patut bersyukur dan mendukung pencapaian yang sudah diraih oleh PLN Sumatera. Ini adalah terobosan baik yang layak dicontoh oleh PLN regional lain, terutama PLN regional timur yang tingkat ekektrifikasinya jauh di bawah 100%, termasuk PLN regional yang melayani daerah terpencil, terluar, dan terdepan,” sambung Mulyanto.

Ekspor Listrik

Ia mengatakan, rencana ekspor listrik bukan sesuatu yang tidak mungkin, terutama ke Malaysia. Di negeri Jiran beban puncak penggunaan listrik ada pada siang hari, sementara di Sumatera ada pada malam hari.

“Kondisi ini membuka peluang bagi PLN untuk memasarkan kelebihan produksi listrik ke Malaysia. Tentu harga yang ditawarkan harus kompetitif,” imbuhnya.

“Kita patut berbangga dan berharap rencana ekspor listrik ini dapat terwujud. Karena itu sejak sekarang PLN harus berbenah agar keandalan listrik kita lebih baik, tidak turun-naik tegangannya, tidak byar-pet,” tambah doktor ahli nuklir lulusan Jepang ini.

Saat ini, kata dia, perlu memperbanyak ekspor untuk meningkatkan cadangan devisa. “Perlu mengupayakan berbagai hal agar kondisi keuangan negara lebih baik. Salah satunya mendukung rencana ekspor listrik ini,” pungkasnya.Red/Rhom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.